
Ribuan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kota Surabaya, Kamis (19/6/2025). (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Surabaya mengusulkan optimalisasi Terminal Osowilangon (TOW). Kawasan di wilayah barat Surabaya itu diusulkan tidak hanya sebagai zona parkir truk, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai kantor bagi perusahaan freight forwarding.
Ketua DPC Aptrindo Surabaya I Wayan Sumadita menyampaikan, TOW saat ini banyak lahan kosong yang tidak difungsikan optimal. “Kami sudah survei langsung ke lapangan. Beberapa area bahkan sudah mulai dipakai truk-truk untuk antrean masuk gudang sekitar TOW. Tapi masih belum banyak,” ujarnya Sabtu (21/6).
Menurut Wayan, kebutuhan terbesar di kawasan tersebut adalah parkir truk kontainer yang hendak masuk pelabuhan. Karena masuk pelabuhan itu mahal. Kalau ada tempat parkir dulu, biayanya bisa ditekan.
Selain itu, TOW bisa juga ditawarkan sebagai lokasi kantor baru bagi perusahaan freight forwarding. Banyak kantor freight forwarding masih di tengah kota. Seperti Basuki Rahmat dan Mayjen Sungkono. Padahal operasional mereka lebih dekat ke pelabuhan barat.
Namun, dia mengakui ada beberapa tantangan. Salah satunya soal akses. “Kalau lewat Tol Romokalisari itu sering macet karena jembatan sempit. Lalu biaya solar dan tol juga jadi pertimbangan. Makanya mereka masih lebih pilih kantor di Peneleh karena lebih dekat akses tol,” terang Wayan.
Soal bangunan, dia menyebut ruang di TOW belum cocok untuk gudang. Bangunannya kecil-kecil. Tidak layak untuk tempat penyimpanan barang. Tapi kalau dipakai kantor head office atau parkiran truk sangat mungkin.
Usulan itu, sudah dikomunikasikan secara lisan dengan pihak Dinas Perhubungan dan DPMPTSP. Pihaknya sudah survei bersama. Hamya saja, saat itu masih tahap penjajakan. Belum ada kontrak resmi. Namun, ada juga wacana untuk bisa dikontrak dalam beberapa tahun.
Menanggapi itu, Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Surabaya Hefli Syarifuddin memastikan pihaknya akan mengundang seluruh asosiasi pelaku usaha, termasuk Aptrindo, untuk membahas optimalisasi TOW secara lebih terarah. “Kami akan duduk bersama dengan Kadin, Organda, PHRI, dan asosiasi lainnya. Masukan dari pelaku usaha sangat kami butuhkan agar rencana ini tepat guna,” tegas Hefli.(omy)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
