
Suasana Pasar Turi Baru yang sepi. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com-Kondisi pasar tradisional di beberapa daerah, termasuk Kota Surabaya makin mengenaskan. Suasananya pun jauh dari kata ramai. Aktivitas tawar menawar yang biasa terjadi kini makin jarang dijumpai.
Fenomena ini tak lepas dari faktor perubahan perilaku konsumen yang kini lebih memilih belanja online. Keluhan pedagang Pasar Tambah Rejo terkait sepinya pembeli, viral di media sosial.
Pakar UMKM dan Kewirausahaan dari Universitas Airlangga (Unair) Tri Siwi Agustina menilai, perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja, didorong kehadiran teknologi yang kini menyentuh semua sendi kehidupan.
"Jadi mulai dari kita bangun tidur sampai kemudian tidur lagi, itu nggak lepas dari berbagai macam teknologi yang membantu pekerjaan kita. Termasuk dalam hal konsumen atau pembelanjaan," ucap Siwi.
Sebelum adanya toko online (marketplace), konsumen harus menunggu toko buka untuk berbelanja. Hal ini menjadi satu masalah ketika kebutuhan muncul di malam hari, namun toko belum buka.
Menurut Siwi, transformasi teknologi justru membuka peluang bagi pelaku UMKM yang mau beradaptasi. Melalui optimalisasi platform digital, mereka bisa memperkuat sekaligus memperluas pangsa pasar.
Kendati demikian, masih ada pelaku UMKM, khususnya di Kota Surabaya yang enggan beradaptasi ke platform digital. Umumnya karena faktor usia dan keterbatasan dalam mengakses teknologi.
"Ada pelaku UMKM yang saya bina, dia memotret produk pakai handphone, lalu ditaruh di status WhatsApp, tidak masalah, yang penting mau beradaptasi dulu, itu tetap harus kita support," sambung Tri Siwi Agustina.
Siwi menyoroti perbedaan dalam aspek modal. Di platform digital, aset bangunan bukan menjadi yang utama untuk membuka toko online di marketplace. Yang terpenting adalah punya piranti dan koneksi internet stabil.
Produk yang dijual di platform digital yang tidak bisa disentuh konsumen juga menjadi perhatian. Pelaku UMKM harus bisa mewakili kehadiran produk melalui deskripsi, visualisasi, dan testimoni.
"Sekarang pertanyaannya, para pelaku UMKM ini mau keluar atau tidak dari kendala yang dihadapi? Sebab transformasi digital adalah suatu keniscayaan. Mau dihindari atau beradaptasi, pilihannya cuma dua," tutur Siwi.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
