Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Juni 2025 | 19.18 WIB

Alasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pilih Asrama daripada Barak Militer untuk Penanganan Anak Nakal

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memilih program Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS) untuk mengatasi anak-anak yang terlibat kenakalan remaja. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memilih program Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS) untuk mengatasi anak-anak yang terlibat kenakalan remaja. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil pendekatan berbeda dalam mengatasi kenakalan anak-anak, yakni melalui program berbasis asrama bernama Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS).

Tidak seperti pendekatan militeristik ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim anak nakal ke barak militer, RIAS justru menawarkan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan. 

Dirangkum oleh JawaPos.com, berikut 5 alasan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memilih program Rumah Ilmu Arek Suroboyo:

1. Efek Program Militer Hanya Sementara

Pada 2022-2023, Pemkot Surabaya menerapkan program Sekolah Kebangsaan. Anak-anak yang terlibat kenakalan remaja dikirim ke Lanudal Juanda selama 10 hari.

"Waktu itu (Sekolah Kebangsaan dinilai) berhasil. Sepulang dari sana (Lanudal Juanda), anak-anak langsung menangis sampai mencium kaki ibunya, padahal biasanya kalau dibilangin nggak nurut" cerita Wali Kota Eri Cahyadi.

Namun, perubahan perilaku anak-anak ternyata hanya bertahan sebentar. Tiga bulan setelah mengikuti pendidikan militer di Lanudal Juanda, sebagian anak kembali terlibat tawuran, balap liar, dan kembali terjaring razia.

2. Akar Masalah Ada di Keluarga dan Lingkungan Sosial

Perubahan sikap anak-anak yang sementara menunjukkan bahwa kenakalan remaja adalah masalah sosial yang kompleks. Karena itu, alih-alih pendidikan militer, Eri memilih untuk memperbaiki ekosistem sosial lingkungan anak.

“Saat itu saya kaget dan menggali lebih dalam akar masalah. Ternyata, anak-anak ini kambuh lagi karena kurang perhatian dari orang tuanya, yang terpaksa bekerja sampai malam demi menghidupi keluarganya," tutur Eri.

3. Asrama Menyediakan Pendampingan Harian yang Konsisten
Berada di Kecamatan Mulyorejo dan Kecamatan Rungkut, Rumah Ilmu Arek Suroboyo membekali anak-anak dengan berbagai keterampilan, mulai dari kewirausahaan, olahraga, penguatan agama, hingga wawasan kebangsaan.

"Pagi sampai siang anak-anak ini sekolah. Pulang sekolah mereka kembali ke asrama. Di asrama mereka kami beri kesibukan dan diarahkan, mulai wirausaha sampai olahraga," terang Eri.

Dengan rutinitas yang terarah setiap hari, Wali Kota Surabaya menilai pendidikan berbasis asrama seperti Rumah Ilmu Arek Suroboyo adalah solusi paling tepat untuk mengatasi kenakalan remaja.

4. Program Asrama Gratis dan Terintegrasi dengan Layanan Sosial

Eri mengatakan bahwa anak-anak yang terlibat kenakalan remaja dan mengikuti program Rumah Ilmu Arek Suroboyo, telah dibidik oleh camat dan lurah berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pendidikan (Dispendik).

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore