Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juni 2025 | 00.54 WIB

Internal PDI Perjuangan Surabaya Memanas, Kader Ungkap Praktik Kriminalisasi

Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat. (Tangkapan layar Instagram @achmad_hidayat_ah) - Image

Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat. (Tangkapan layar Instagram @achmad_hidayat_ah)

JawaPos.com-Panggung politik lokal Kota Surabaya kembali memanas. Kader PDI Perjuangan Achmad Hidayat menuding Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Yordan Batara Gowa melakukan pelanggaran AD/ART.

Menurut dia, langkah Batara setelah menakhodai partai justru menimbulkan kegaduhan. Termasuk munculnya pemberitaan gaji sekretariat dan keuangan operasional partai, yang seharusnya tidak diumbar ke publik.

"Sebagai kader, saya berkewajiban menyampaikan sikap politik yang berlandaskan AD/ART. Salah satu kewajiban partai adalah memberikan perlindungan kepada kader," tutur Eks Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya

Namun realitanya, muncul tindakan-tindakan yang dianggap mencederai AD/ART partai. Sehingga memperkeruh situasi internal dan memicu perpecahan, bukan mempererat kekompakan serta solidaritas di tubuh partai.

Achmad juga menyoroti langkah-langkah DPC yang menurutnya berlebihan, termasuk pemanggilan beberapa kader untuk klarifikasi internal yang disebutnya telah menyalahi kewenangan Dewan Pimpinan Cabang.

"DPC (PDI Perjuangan Kota Surabaya) seperti kantor polisi, memanggil kader untuk diinterogasi. Padahal yang berhak membentuk komite etik dan Mahkamah Partai adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” imbuh Achmad Hidayat.

Dalam kesempatan yang sama, Achmad mengaku telah mengumpulkan sejumlah bukti seperti rekaman, video, serta percakapan, yang menunjukkan adanya upaya memojokkan kader melalui pelaporan ke kepolisian.

"Yang memotori itu justru oknum pengurus DPC sendiri. Bahkan ada yang menyarankan kader melapor atas persoalan pribadi ke kantor partai dan diumumkan secara terbuka. Ini sudah mengarah pada kriminalisasi kader," seru Achmad Hidayat.

Achmad mengungkap bahwa gejolak internal PDI Perjuangan Surabaya bermula sejak dirinya dipanggil oleh seorang pejabat eksekutif dan diminta menyatakan dukungan dalam Konfercab PDI Perjuangan. 

“Setelah saya tolak, mulai muncul ancaman. Dibilang masalah-masalah saya akan dibongkar. Dan itu yang sekarang terjadi. Kalau saya salah, saya siap bertanggung jawab, tetapi jangan benturkan kader dengan sesama kader hanya karena ambisi kekuasaan," tukas Achmad.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore