
Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat. (Tangkapan layar Instagram @achmad_hidayat_ah)
JawaPos.com-Panggung politik lokal Kota Surabaya kembali memanas. Kader PDI Perjuangan Achmad Hidayat menuding Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Yordan Batara Gowa melakukan pelanggaran AD/ART.
Menurut dia, langkah Batara setelah menakhodai partai justru menimbulkan kegaduhan. Termasuk munculnya pemberitaan gaji sekretariat dan keuangan operasional partai, yang seharusnya tidak diumbar ke publik.
"Sebagai kader, saya berkewajiban menyampaikan sikap politik yang berlandaskan AD/ART. Salah satu kewajiban partai adalah memberikan perlindungan kepada kader," tutur Eks Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya.
Namun realitanya, muncul tindakan-tindakan yang dianggap mencederai AD/ART partai. Sehingga memperkeruh situasi internal dan memicu perpecahan, bukan mempererat kekompakan serta solidaritas di tubuh partai.
Achmad juga menyoroti langkah-langkah DPC yang menurutnya berlebihan, termasuk pemanggilan beberapa kader untuk klarifikasi internal yang disebutnya telah menyalahi kewenangan Dewan Pimpinan Cabang.
"DPC (PDI Perjuangan Kota Surabaya) seperti kantor polisi, memanggil kader untuk diinterogasi. Padahal yang berhak membentuk komite etik dan Mahkamah Partai adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” imbuh Achmad Hidayat.
Dalam kesempatan yang sama, Achmad mengaku telah mengumpulkan sejumlah bukti seperti rekaman, video, serta percakapan, yang menunjukkan adanya upaya memojokkan kader melalui pelaporan ke kepolisian.
"Yang memotori itu justru oknum pengurus DPC sendiri. Bahkan ada yang menyarankan kader melapor atas persoalan pribadi ke kantor partai dan diumumkan secara terbuka. Ini sudah mengarah pada kriminalisasi kader," seru Achmad Hidayat.
Achmad mengungkap bahwa gejolak internal PDI Perjuangan Surabaya bermula sejak dirinya dipanggil oleh seorang pejabat eksekutif dan diminta menyatakan dukungan dalam Konfercab PDI Perjuangan.
“Setelah saya tolak, mulai muncul ancaman. Dibilang masalah-masalah saya akan dibongkar. Dan itu yang sekarang terjadi. Kalau saya salah, saya siap bertanggung jawab, tetapi jangan benturkan kader dengan sesama kader hanya karena ambisi kekuasaan," tukas Achmad.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
