Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 13.46 WIB

Portal Saja Tak Cukup, Pemkot Surabaya Akan Siagakan Polisi RW untuk Cegah Curanmor

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya guna menyiagakan Polisi RW. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya guna menyiagakan Polisi RW. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Maraknya aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di perkampungan-perkampungan membuat banyak warga resah. Hal ini menjadi atensi serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa Pemkot tengah fokus untuk memperkuat sistem keamanan kampung demi menekan angka kriminalitas, khususnya terhadap pencurian sepeda motor.

Salah satu langkahnya, Pemkot menggandeng Polrestabes Surabaya untuk menempatkan satu petugas polisi di setiap RW. Selain itu, personel Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan menjaga lingkungan.

“Jadi nanti polisi RW itu bertanggung jawab (menjaga keamanan di setiap RW) sehingga kalau personelnya terbatas, satu polisi memegang berapa RW, dibantu oleh Satpol PP dan PMK," tutur Eri di Surabaya, Rabu (4/6).

Untuk meningkatkan keamanan, Pemkot Surabaya akan mengalokasikan anggaran untuk memasang portal di beberapa perkampungan. Langkah ini diharapkan bisa memberikan perlindungan ganda bagi warga setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Eri kembali mengingatkan bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karenanya, warga diharapkan gotong royong dalam menjaga kampungnya masing-masing.

“Di situlah saya berharap, dibutuhkan gotong royong dan kebersamaan. Nanti bisa menggunakan iuran kampung untuk keamanan dan penjaganya, kalau ada portalnya tapi nggak ada penjaganya ya sama saja,” imbuhnya. 

Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030 tersebut, memastikan Pemkot bersama Polrestabes Surabaya akan terus melakukan sosialisasi terkait keamanan masyarakat di perkampungan.

“Jadi setiap Rw wajib (menjaga keamanan), kita kan sudah memberikan dana operasional untuk RW, RT, serta LPMK, apakah dana itu digunakan untuk operasional penjagaan, monggo saja,” tutur Eri.

Dalam waktu dekat, Eri menyebut akan mengumpulkan Ketua RW untuk mensosialisasi keamanan perkampungan. Setelah itu, program keamanan kampung diharapkan bisa berjalan paling cepat pada Juli atau Agustus 2025. 

“Karena saya, Pak Kapolres, dan Pak Dandim juga ingin bagaimana Surabaya terasa aman. Kalau memang penjaga kampung membutuhkan biaya, maka kalau bisa warga ada yang bergantian menjaga kampung," tukas Eri. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore