Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 14.17 WIB

Jelang Idul Adha 2025, Pemkot Surabaya Gencarkan Pemeriksaan Hewan Kurban untuk Cegah Penyakit Menular

Pemkot Surabaya memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2025. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Pemkot Surabaya memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2025. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M yang kurang dua pekan lagi, menjaga kesehatan hewan kurban menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memeriksa hewan kurban secara intensif dari satu lapak ke lapak lainnya, seperti yang dilakukan hari ini di Jalan Ketintang Baru Selatan I, Surabaya.

"Kita hari ini memeriksa kesehatan hewan kurban di seluruh Kota Surabaya, baik sapi maupun kambing kita periksa," tutur Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, Senin (26/5).

Antiek menuturkan bahwa pemeriksaan intensif ini menjadi langkah preventif pemerintah daerah untuk memastikan hewan kurban yang beredar di Kota Surabaya dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
 
"Jangan sampai ada hewan kurban yang terkena penyakit menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga antraks. Jadi pemeriksaan ini untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Surabaya, Sunarno Aristono mengatakan bahwa pemeriksaan hewan kurban akan berlangsung hingga 4 Juni 2025 menjelang hari Raya Iduladha.

Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh di 31 kecamatan dan 154 kelurahan se-Kota Surabaya, mencakup pemeriksaan mata, pemeriksaan mulut, pemeriksaan kaki, hingga pemeriksaan gigi hewan kurban.

“Yang sudah kita periksa, kita kasih Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang ditandatangani pejabat otoritas veteriner dan kita kasih stiker sudah diperiksa kesehatan,” terang Aris.

Ia menyampaikan, sejauh ini belum ditemukan penyakit serius pada hewan kurban. Meski begitu, beberapa hewan mengalami gangguan ringan seperti kembung atau nafsu makan menurun akibat perjalanan atau terkena hujan.
 
“Hingga kini belum ada temuan. Sakitnya biasa karena perjalanan, sakit kembung atau mungkin kena hujan sehingga nafsu makan berkurang, itu harus dipisahkan. Kita evaluasi kita pisahkan, kemudian kita kasih vitamin,” tukasnya. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore