
Proses evakuasi korban tenggelam di sungai Kalimas. (Istimewa)
JawaPos.com - Suasana duka dan penih keharuan sangat terasa di Jalan Kalimas Barat, Senin (19/5), setelah warga menemukan jenazah seorang bocah di aliran Sungai Kalimas. Informasi yang beredar menyebutkan, bocah usia SD itu dilaporkan belum kembali ke rumah sejak siang hari sebelumnya, Sabtu (18/5).
Menurut keterangan saksi mata, Misriyah mengaku mengetahui setelah ada seorang laki-laki yang berjalan di tepi sungai. Kata dia, posisi tubuh bocah itu mengambang telungkup. "Dikira boneka, saya dipanggil untuk memastikan, lah kok anak-anak, ya saya teriak," ujar Misriyah.
Tak lama setelah itu, beberapa warga dan pengguna jalan langsung berbondong-bondong datang. Memastikan bahwa jenazah merupakan tubuh manusia. "Langsung dicek juga, posisinya jam 12 siang, setelah Backhoe istirahat itu muncul," ungkapnya.
Salah satu Guru Agama sekolah korban, Chusnul, mengungkapkan, bocah kelas 4 itu tidak pulang ke rumah sejak Minggu siang. Kata dia, korban pamit ke orang tua bermain layang-layang bersama kakak dan teman-temannya.
"Layangannya dikasih ke kakaknya, lalu pergi bermain, setelah itu tidak pulang-pulang sampai sekarang (Kemarin.red)," jelasnya. Orang tua korban juga sempat membuat laporan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak atas hilangnya seorang anak. "Lah kok ada disini," imbuhnya.
Dia dan rekan guru-guru lainnya sudah memastikan kebenaran korban setelah menyaksikan foto dari petugas Command Center 112. "Saya nggak nyangka, anak ini baik, baru pindah 2 tahun lalu ke sekolah kami, ini kami ke rumah sakit dulu," sambungnya.
Kapolsek Pabean Cantian Kompol Eko Adi Wibowo membenarkan adanya temuan jenazah tersebut. Dia juga menyebut, jenazah laki-laki itu masih duduk di bangku sekolah. "Kami sudah oleh TKP dan jenazah dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya kemarin (19/5).
Soal penyebab, Eko mengaku masih mendalami insiden tersebut. Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya proses kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sebab, orang tua korban atau anak sudah membuat laporan orang hilang ke Polres. "Ditangani Polres, sementara. Yang lain-lain masih kami dalami," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
