
PEMANTAU KOTA: Petugas Command Center 112 bersiaga di depan telepon dan monitor. Mereka melayani warga yang meminta bantuan. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - WhatsApp Command Center 112 berbunyi lirih pada Kamis siang kemarin (15/5). Di layar muncul pesan dari seorang perempuan. Isinya mengguncang, dia ingin mengakhiri hidup. Lokasinya berada di sekitar Jalan Wiyung. Dari voice note yang dikirim, tangisnya pecah. Perempuan itu merasa hidupnya tidak berguna lagi.
Tak ada suara telepon, hanya teks dan rekaman suara yang penuh sesenggukan. Petugas sempat menawarkan tim ke lokasi pelapor. Tapi, pelapor tidak menginginkan itu. “Dia sempat bilang baru saja dari Jagir, mau lompat ke sungai, tapi berhasil dicegah orang,” kata koordinator Command Center 112 Surabaya Awang Dhany Sarifuddin.
Tanpa butuh waktu lama, tim langsung merespons. Petugas mendengarkan semua curahan pelapor. Melalui WhatsApp, petugas menenangkan. Menyimak curhatnya tanpa menghakimi. Perempuan itu pun mulai mereda. “Alhamdulillah, dia akhirnya bilang ingin pulang. Katanya, ‘Saya punya anak, saya mau pulang,’” tutur Awang.
Petugas Command Center tetap mendampingi lewat layar. Menanyakan lokasinya, memastikan dia tak berada di jalan atau tempat rawan. Ketika perempuan itu bilang sedang dalam perjalanan pulang ke Tandes, petugas mengawalnya lewat percakapan sampai lokasi rumah.
Tak berhenti di situ, tim 112 juga merekomendasikan bantuan profesional. Mereka menyarankan agar perempuan tersebut berkonsultasi ke psikolog di Puskesmas. Lokasi yang disarankan adalah Puskesmas Balongsari. Esok harinya, pelapor mengirim pesan kembali. “Dia bilang sudah mendaftar ke Puskesmas, bahkan mengirimkan bukti screenshot-nya,” lanjut Awang.
Dalam kasus ini, Command Center bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. Ada psikolog yang siaga jika diperlukan pendampingan lanjutan. Sehingga penanganan dilakukan profesional.
Menurut Awang, pelapor sengaja WhatsApp Command Center karena ingin curhat. Dia hanya butuh tempat untuk bercerita. Sebab, yang dibutuhkan seseorang hanyalah ruang untuk didengar. Command Center bukan hanya tempat untuk evakuasi atau pelaporan kejadian. Tapi juga untuk penanganan masalah lainnya, hingga kesehatan mental.
Kini, perempuan itu telah kembali ke rumah. Masih dalam proses pemulihan, tapi langkah pertamanya sudah ditempuh: menyelamatkan diri dari keputusasaan, dengan bantuan orang-orang yang bahkan tak pernah ia temui secara langsung di balik layar WhatsApp bernama Command Center 112.(omy)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
