Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 16.09 WIB

Perempuan Satu Anak Galau dan Gagal Bunuh Diri,  Curhat ke Command Center 112 Surabaya

PEMANTAU KOTA: Petugas Command Center 112 bersiaga di depan telepon dan monitor. Mereka melayani warga yang meminta bantuan. (Frizal/Jawa Pos) - Image

PEMANTAU KOTA: Petugas Command Center 112 bersiaga di depan telepon dan monitor. Mereka melayani warga yang meminta bantuan. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - WhatsApp Command Center 112 berbunyi lirih pada Kamis siang kemarin (15/5). Di layar muncul pesan dari seorang perempuan. Isinya mengguncang, dia ingin mengakhiri hidup. Lokasinya berada di sekitar Jalan Wiyung. Dari voice note yang dikirim, tangisnya pecah. Perempuan itu merasa hidupnya tidak berguna lagi.

Tak ada suara telepon, hanya teks dan rekaman suara yang penuh sesenggukan. Petugas sempat menawarkan tim ke lokasi pelapor. Tapi, pelapor tidak menginginkan itu. “Dia sempat bilang baru saja dari Jagir, mau lompat ke sungai, tapi berhasil dicegah orang,” kata koordinator Command Center 112 Surabaya Awang Dhany Sarifuddin.

Tanpa butuh waktu lama, tim langsung merespons. Petugas mendengarkan semua curahan pelapor. Melalui WhatsApp, petugas menenangkan. Menyimak curhatnya tanpa menghakimi. Perempuan itu pun mulai mereda. “Alhamdulillah, dia akhirnya bilang ingin pulang. Katanya, ‘Saya punya anak, saya mau pulang,’” tutur Awang.

Petugas Command Center tetap mendampingi lewat layar. Menanyakan lokasinya, memastikan dia tak berada di jalan atau tempat rawan. Ketika perempuan itu bilang sedang dalam perjalanan pulang ke Tandes, petugas mengawalnya lewat percakapan sampai lokasi rumah.

Tak berhenti di situ, tim 112 juga merekomendasikan bantuan profesional. Mereka menyarankan agar perempuan tersebut berkonsultasi ke psikolog di Puskesmas. Lokasi yang disarankan adalah Puskesmas Balongsari. Esok harinya, pelapor mengirim pesan kembali. “Dia bilang sudah mendaftar ke Puskesmas, bahkan mengirimkan bukti screenshot-nya,” lanjut Awang.

Dalam kasus ini, Command Center bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. Ada psikolog yang siaga jika diperlukan pendampingan lanjutan. Sehingga penanganan dilakukan profesional.

Menurut Awang, pelapor sengaja WhatsApp Command Center karena ingin curhat. Dia hanya butuh tempat untuk bercerita. Sebab, yang dibutuhkan seseorang hanyalah ruang untuk didengar. Command Center bukan hanya tempat untuk evakuasi atau pelaporan kejadian. Tapi juga untuk penanganan masalah lainnya, hingga kesehatan mental.

Kini, perempuan itu telah kembali ke rumah. Masih dalam proses pemulihan, tapi langkah pertamanya sudah ditempuh: menyelamatkan diri dari keputusasaan, dengan bantuan orang-orang yang bahkan tak pernah ia temui secara langsung di balik layar WhatsApp bernama Command Center 112.(omy)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore