Rekaman CCTV sekolah yang memperlihatkan detik-detik Steven tewas kesetrum listrik di SMAK Frateran Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memberikan perhatian khusus terhadap kasus tewasnya siswa SMPK Angelus Custos Surabaya usai tersengat listrik di rooftop sekolah.
"Kita sedang berupaya untuk mediasi, kita mau terbaik untuk semua, baik untuk sekolah, baik untuk yayasan, dan baik untuk keluarga korban," tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Jumat (16/5).
Dalam waktu dekat, Dispendik Kota Surabaya akan menggelar mediasi ketiga antara keluarga korban dan yayasan sekolah. Yusuf mengatakan saat ini, pihaknya terus koordinasi intens dengan kedua pihak.
"Kalau kita bersikukuh mana yang benar, saya yakin ini kepentingan anak. Insyaallah komunikasi yang baik. (Dispendik berharap bisa diselesaikan) baik-baik, secara kekeluargaan," imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi agar insiden serupa tidak terulang di masa depan, Yusuf mengimbau sekolah-sekolah di Surabaya untuk memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) masing-masing.
"Tadi saya sudah bertemu dengan kepala sekolah, coba lah kita ketati, kita kuati SOP di sekolah masing-masing. Kalau libur ya libur," seru Yusuf Masruh.
Sebelumnya, nasib malang dialami oleh siswa SMPK Angelus Custos Surabaya berinisial SSH, 15 tahun. Ia tewas usai tersengat listrik di rooftop SMAK Frateran Surabaya pada Jumat (28/5). Tepat di Hari Raya Nyepi.
Insiden tersebut terjadi saat SSH dan empat temannya hendak berlatih untuk ujian praktek Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah.
"Mereka inisiatif sendiri masuk lewat pintu asrama. Berdasarkan chat WA yang ada, Veronika, salah satu teman SSH, mengajak ke rooftop lantai 4," terang Ketua Dewan Pembina IKA Frateran, Tjandra Sridjaja.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa saat memanjat pagar besi pembatas, SSH diduga menginjak kabel listrik AC yang terkelupas dan berada di genangan air, menyebabkan dirinya tersengat listrik.
"Dari CCTV terlihat, SSH sempat berteriak dirinya kesetrum sambil memegang pagar besi, namun teman-temannya sempat mengira ia hanya bercanda," ujar Tjandra.
Melihat SSH tidak bergerak, teman-temannya segera berteriak meminta pertolongan. Pihak sekolah dan satpam langsung membawa SSH ke Rumah Sakit Adi Husada Undaan. Sayang, nyawanya tak tertolong.
Atas insiden ini, Ayah korban, Tanu Hariadi melaporkan pihak sekolah ke Polrestabes Surabaya pada Sabtu (10/5). Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLPM/549/IV/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
