Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 15.58 WIB

Dispendik Surabaya Harap Kasus Siswa SMP Tewas Tersengat Listrik di Sekolah Selesai secara Kekeluargaan

Rekaman CCTV sekolah yang memperlihatkan detik-detik Steven tewas kesetrum listrik di SMAK Frateran Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memberikan perhatian khusus terhadap kasus tewasnya siswa SMPK Angelus Custos Surabaya usai tersengat listrik di rooftop sekolah.

"Kita sedang berupaya untuk mediasi, kita mau terbaik untuk semua, baik untuk sekolah, baik untuk yayasan, dan baik untuk keluarga korban," tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Jumat (16/5).

Dalam waktu dekat, Dispendik Kota Surabaya akan menggelar mediasi ketiga antara keluarga korban dan yayasan sekolah. Yusuf mengatakan saat ini, pihaknya terus koordinasi intens dengan kedua pihak.

"Kalau kita bersikukuh mana yang benar, saya yakin ini kepentingan anak. Insyaallah komunikasi yang baik. (Dispendik berharap bisa diselesaikan) baik-baik, secara kekeluargaan," imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi agar insiden serupa tidak terulang di masa depan, Yusuf mengimbau sekolah-sekolah di Surabaya untuk memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) masing-masing.

"Tadi saya sudah bertemu dengan kepala sekolah, coba lah kita ketati, kita kuati SOP di sekolah masing-masing. Kalau libur ya libur," seru Yusuf Masruh.

Sebelumnya, nasib malang dialami oleh siswa SMPK Angelus Custos Surabaya berinisial SSH, 15 tahun. Ia tewas usai tersengat listrik di rooftop SMAK Frateran Surabaya pada Jumat (28/5). Tepat di Hari Raya Nyepi.

Insiden tersebut terjadi saat SSH dan empat temannya hendak berlatih untuk ujian praktek Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah.

"Mereka inisiatif sendiri masuk lewat pintu asrama. Berdasarkan chat WA yang ada, Veronika, salah satu teman SSH, mengajak ke rooftop lantai 4," terang Ketua Dewan Pembina IKA Frateran, Tjandra Sridjaja.

Rekaman CCTV menunjukkan bahwa saat memanjat pagar besi pembatas, SSH diduga menginjak kabel listrik AC yang terkelupas dan berada di genangan air, menyebabkan dirinya tersengat listrik.

"Dari CCTV terlihat, SSH sempat berteriak dirinya kesetrum sambil memegang pagar besi, namun teman-temannya sempat mengira ia hanya bercanda," ujar Tjandra.

Melihat SSH tidak bergerak, teman-temannya segera berteriak meminta pertolongan. Pihak sekolah dan satpam langsung membawa SSH ke Rumah Sakit Adi Husada Undaan. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Atas insiden ini, Ayah korban, Tanu Hariadi melaporkan pihak sekolah ke Polrestabes Surabaya pada Sabtu (10/5). Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLPM/549/IV/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore