Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 21.36 WIB

Harga Kedelai Naik 2.000 per Kilo, Pengusaha Tahu di Taman Sesuaikan Ukuran

Sejumlah pekerja membungkus tahu berbahan kedelai impor di Sentra Industri Tahu LS, Candisari, Semarang, Jawa Tengah. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Sejumlah pekerja membungkus tahu berbahan kedelai impor di Sentra Industri Tahu LS, Candisari, Semarang, Jawa Tengah. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com - Kenaikan harga kedelai dalam dua pekan terakhir mulai berdampak pada pelaku usaha. Salah satunya sejumlah perajin tahu di wilayah Kelurahan Taman, Kecamatan Taman. 

Menurut para perajin tahu, kenaikan harga bisa mencapai Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilonya. ”Sekarang harga kedelai sudah sampai Rp 10.500, bahkan ada yang Rp 12 ribu per kilogram. Naiknya sekitar dua ribuan lebih,” ujar Sunardi, salah satu perajin tahu, saat ditemui Rabu (23/4). 

Menurut mereka, lonjakan harga ini selalu terjadi setiap tahun. Biasanya kenaikan terjadi saat awal tahun. Namun, selang beberapa bulan kemudian kedelai kembali naik. Akibatnya, biaya produksi pun kembali membengkak. ”Padahal, kebutuhan kedelai untuk produksinya per hari mencapai 1,2 ton,” katanya. 

Sunardi menyebut saat ini menggunakan kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). Hal itu karena kedelai lokal mulai langka di pasaran. Menurutnya, kualitas kedelai impor lebih bagus meskipun harganya tidak jauh berbeda dengan lokal.

Hal tersebut membuat Sunardi melakukan penyesuaian ukuran, agar harga jual tetap dan tidak naik. ”Kalau kita naikkan harga, pembeli makin sedikit. Jadi sekarang ukurannya sedikit kita kecilkan, supaya masih bisa jalan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika langsung menaikkan harga, keuntungan justru bisa makin menipis karena volume penjualan turun. Selama ini, Sunardi menjual satu kotak seharga Rp 2.000 per buah. ”Harganya tetap agar penjualannya tetap stabil,” katanya. 

Langkah tersebut dianggap sebagai solusi paling aman sementara waktu. ”Kalau normal harga kedelai, akan kembali lagi normal ukurannya,” imbuhnya. Sunardi mengatakan, keuntungan memang turun, tapi usaha masih bisa bertahan. ”Kalau dihitung-hitung, sekarang untungnya sedikit, tapi masih ada,” katanya.

Sementara itu, Agus, salah satu penjual tahu dan tempe di Pasar Sepanjang, mengatakan bahwa harga memang tidak naik. Namun, ada beberapa pedagang yang menaikkan harga tahu dan tempe 500 sampai 1.000. ”Tapi kalau di sini ukurannya memang agak kecil, katanya harga kedelainya naik,” ujarnya. (eza)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore