
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com–Sebagai kota metropolitan terbesar kedua se-Indonesia, transportasi massal di Kota Surabaya kerap dibanding-bandingkan dengan Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Jakarta sudah lebih dulu mengembangkan berbagai moda seperti MRT, LRT, hingga TransJakarta yang terintegrasi. Sementara Surabaya, masih mengandalkan Suroboyo Bus dan feeder Wira-Wiri.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan alasan mengapa ibu kota Provinsi Jawa Timur ini tak ikut membangun Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).
"Orang-orang selalu bilang Jakarta saja bisa, tetapi Jakarta ini bukan kota melainkan provinsi. Sehingga keretanya menghubungkan Jakarta Timur, Utara, Selatan, dan Barat," ucap Eri di Surabaya, Minggu (20/4).
Politikus yang akrab disapa Cak Eri itu mengakui Pemkot Surabaya sempat mempertimbangkan MRT dan LRT. Namun hasil perhitungan menunjukkan biaya operasional kedua moda transportasi sangat tinggi.
"Kalau (hanya beroperasi) di dalam kota, kami masih berpikir. Sudah ada rencana proyek MRT atau LRT, tetapi ketika dihitung biayanya tinggi. Masyarakat tidak mungkin naik karena tarifnya tinggi," imbuhnya.
Pembangunan MRT, lanjut Cak Eri, memerlukan anggaran sekitar Rp 2,3 triliun per 1 kilometer. Sementara LRT memerlukan anggaran sekitar Rp 800 miliar per 1 kilometer.
Dengan APBD Kota Surabaya 2025 Rp 12,3 triliun, pembangunan MRT atau LRT akan menguras anggaran. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya memutuskan untuk tak membangun kedua moda transportasi tersebut.
Cak Eri juga menyoroti perbedaan status administratif Jakarta sebagai provinsi memungkinkan sistem transportasi publik di daerah tersebut memiliki cakupan wilayah yang luas. Begitu pun dengan anggaran yang dimiliki.
Dia menegaskan bahwa pembangunan MRT atau LRT di Surabaya idealnya juga harus mempertimbangkan konektivitas dengan wilayah tetangga.
"Kalau Surabaya membangun MRT atau LRT, itu bukan hanya wilayah Surabaya, tetapi menghubungkan wilayah tetangga, makanya kita memiliki SRRL yang meliputi Surabaya - Sidoarjo - Gresik," tukas Cak Eri.
Surabaya Regional Railway Line (SRRL) merupakan bagian dari memodernisasi layanan Kereta Rel Listrik (KRL) jalur Surabaya - Sidoarjo - Gresik. Proyek ini sepenuhnya dibiayai APBN dan ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
