Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 14.25 WIB

Kasus Diabetes dan Pneumonia di Surabaya Naik Pasca Lebaran

ilustrasi diabetes - Image

ilustrasi diabetes

JawaPos.com–Pasca lebaran, kasus beberapa penyakit meningkat di rumah sakit Surabaya barat. Mulai dari pneumonia, masalah pencernaan, hingga diabetes tidak terkontrol. Kasus tersebut diderita mulai dari bayi hingga lansia, terutama masalah saluran pernapasan.

Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya drg. Bisukma Kurniawati menyampaikan, pasca Ramadhan, 1–7 April, rawat inap didominasi beberapa penyakit. Misalnya, kasus diabetes mellitus tidak terkontrol, hipertensi dengan keluhan, dan gangguan saluran pencernaan.

Dibandingkan pasca lebaran tahun lalu, tren sekarang sedikit berbeda. Tahun lalu, penyakit rawat inap paling banyak disebabkan diare, gangguan pencernaan, kemudian radang paru-paru atau pneumonia, dan anemia.

"Keterisian tempat tidur pasien rawat inap periode 1–7 kemarin tercukupi dengan baik, sekitar 65 persen atau 135 dari 207 total tempat tidur," kata Betty, sapaan akrab Bisukma Kurniawati.

Dia menjelaskan, dari keterisian 65 persen itu, 23 persennya adalah pasien diabetes yang tidak terkontrol. Sisanya, 42 persen adalah masalah hipertensi dengan keluhan serta gangguan saluran pencernaan. RSUD BDH juga menyiapkan tim UGD dan rawat inap 24 jam. Dia memastikan bahwa selama lebaran kemarin, pelayanan dilakukan secara normal dan optimal.

Direktur National Hospital dr. Hendera Henderi, Sp.OG, MHPM, mengatakan, tiga besar penyakit yang meningkat pasca Lebaran adalah gangguan saluran pencernaan, pernapasan, dan demam berdarah. "Saluran cerna ini seperti mual, muntah, dan diare," ucap Hendera Henderi.

Sedangkan untuk saluran pernapasan, lanjut dia, didominasi pneumonia. Pasiennya sebagian besar adalah anak-anak hingga bayi dan lansia. Kasus demam berdarah juga sedikit meningkat tetapi tidak signifikan, termasuk penyakit demam dan influenza.

Hendera menjelaskan, kasus pneumonia mendominasi sekitar 40 persen. Sedangkan masalah pencernaan menyumbang 30 persen. Sementara itu, demam berdarah dan influenza atau lainnya juga sekitar 30 persen.

Terkait kasus diabetes, menurut dia, cenderung stabil. Meskipun angkanya tetap tinggi, tapi tidak terjadi lonjakan.

Mengenai keterisian rawat inap pasca lebaran, Hendera menuturkan bahwa waktu libur lebaran sempat menurun. Namun, sejak Minggu (6/4), kembali meningkat atau stabil. Kondisi tersebut seiring dengan kembalinya orang yang mudik atau liburan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore