Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 April 2025 | 14.11 WIB

Hadapi Krisis Guru, Surabaya Rekrut Mahasiswa jadi Pengajar Magang

Ilustrasi guru yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Dunia pendidikan Kota Surabaya sedang menghadapi krisis tenaga pendidik (guru). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun dituntut mengambil langkah solutif agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Permasalahan ini turut disorot oleh Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Akmarawita Kadir. Menurutnya, krisis guru adalah persoalan yang serius. Terlebih pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Akmarawita lantas mengungkapkan bahwa meski rekrutmen dilakukan, jumlah guru Sekolah Dasar dan guru SMP di Surabaya belum ideal.

“SMP itu seribu sekian guru, masih kurang. Kalau guru SD itu sekitar 800-an. Ini yang sedang terus kita koordinasikan dengan pemerintah pusat,” tutur Akmarawita di Surabaya, Senin (6/4).

Meski begitu, Politikus Partai Golkar itu menuturkan Pemkot Surabaya tidak tinggal diam. Sebagai solusi darurat, Dinas Pendidikan Kota Surabaya bekerja sama dengan perguruan tinggi terkait program magang.

"Jadi Dinas Pendidikan mengambil mahasiswa-mahasiswa dari UNESA untuk bantu isi kekurangan guru di sekolah dengan status magang, baik SD maupun SMP. Ini jadi solusi sementara," imbuhnya. 

Akmarawita menilai program mahasiswa magang di sekolah ini bisa menjaga kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah negeri, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Solusi ini bagus, karena tidak menambah beban APBD Surabaya, tetapi tetap ada tenaga yang bisa mendampingi, yakni guru-guru senior. Kami tetap dorong formasi guru ditambah demi pendidikan anak-anak Surabaya," seru Akma.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Putri Aisyah Mahanani, mengakui bahwa tenaga pendidik di Kota Pahlawan masih belum mencukupi kebutuhan.

Terlebih setiap tahunnya, Putri mengatakan ada sekitar 300 guru SD-SMP di Surabaya yang purna tugas atau pensiun. "Ini (guru pensiun) seringkali tidak sebanding dengan jumlah guru yang masuk," tutur Putri. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore