
Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi dalam Talkshow peringatan Hari Air Sedunia di Kantor Perumda Air Minum (PDAM) Surabaya, Jumat (21/3). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tak bisa dipungkiri, kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, masih belum benar-benar ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk Kota Surabaya. Akibatnya, sungai-sungai menjadi tercemar.
Pegiat lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan (Ecoton), Prigi Arisandi menuturkan bahwa setiap harinya, ada sekitar tiga ton tinja yang dibuang ke sungai-sungai Surabaya.
"Tak hanya itu, banyak limbah pabrik yang dibuang disana (sungai) saat sepertiga malam (dini hari), yang mungkin tidak terjangkau dari patrolinya DLH (Dinas Lingkungan Hidup)," tutur Prigi dalam sebuah Talkshow peringatan Hari Air Sedunia, Sabtu (22/3).
Melansir dari laman resmi ecoton.or.id/, sebanyak 37 Wilayah Sungai Lintas Provinsi (WSLP) dan Wilayah Sungai Strategis Nasional (WSSN) di Indonesia mengalami kondisi darurat akibat pencemaran sampah dan mikroplastik.
Terlebih dari hasil uji kontaminasi mikroplastik di 82 lokasi sungai di seluruh Indonesia, Sungai Brantas di Jawa Timur tercatat sebagai yang paling tercemar, dengan tingkat kontaminasi mencapai 636 partikel mikroplastik per liter.
Pencemaran air sungai yang semakin butuh disayangkan oleh banyak pihak. Sebab, air sungai di Surabaya menjadi sumber utama yang diolah PDAM Surya Sembada untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono. Ia menyebut untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Surabaya, pihaknya harus mengambil 12 ribu liter per detik dari mata air sungai.
"Ketahanan air baku bergantung pada kualitas air sungai, sehingga penting untuk tidak mencemari sungai. Sampah yang dibuang berisiko tinggi membuat air sungai tercemar bakteri e-coli atau lainnya," tutur Arief.
Dengan menyadari hal tersebut, Direktur PDAM Surya Sembada berharap warga Surabaya lebih peduli dalam menjaga lingkungan. Dimulai dari area tempat tinggal mereka sendiri hingga lingkungan sekitar.
"Banyak manfaat ketika kita menjaga kualitas air, terhindar dari bencana banjir, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan terlebih mengembangkan sistem pengelolaan air yang efektif," tukasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
