JawaPos.com — Setelah insiden tragis yang melibatkan sejumlah siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang terseret arus rip di Pantai Drini, Yogyakarta, dosen Departemen Teknik Kelautan ITS, Wahyudi mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan bahaya arus rip yang mengintai di banyak pantai, khususnya di pantai-pantai selatan Jawa. Namun, Wahyudi juga menekankan bahwa meskipun arus rip tidak bisa dihilangkan, ada beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Salah satu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah sosialisasi. Wahyudi menjelaskan bahwa masyarakat, terutama yang sering berkunjung ke pantai, harus diberi pemahaman mengenai arus rip dan cara menghindarinya.
"Sosialisasi ini harus dilakukan secara terus-menerus, baik di sekolah-sekolah yang memiliki kegiatan di pantai, maupun melalui seminar yang melibatkan masyarakat umum," katanya di Surabaya. Menurut Wahyudi, pendidikan sejak dini mengenai arus rip dapat membantu pengunjung pantai mengidentifikasi potensi bahaya dan menghindarinya.
Pendidikan di sekolah-sekolah sangat penting karena banyak pelajar yang mengunjungi pantai untuk kegiatan rekreasi dan belajar. "Sekolah-sekolah yang sering mengadakan kegiatan di pantai harus lebih memperhatikan edukasi mengenai arus rip," ujar Wahyudi. Selain itu, ia juga mendorong adanya kampanye di komunitas yang ada di sekitar daerah pesisir agar lebih banyak orang yang menyadari bahaya ini.
Selain sosialisasi, Wahyudi juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan fasilitas keselamatan di pantai, seperti penjaga pantai yang terlatih, kapal penyelamat, dan pelampung yang dapat digunakan jika terjadi insiden. Wahyudi menilai, keberadaan fasilitas keselamatan yang memadai akan sangat membantu dalam mengurangi angka korban akibat arus rip.
"Kehadiran penjaga pantai yang siap dan berpengalaman sangat penting untuk memberikan respons cepat ketika terjadi insiden," tambahnya. Dengan adanya peningkatan fasilitas keselamatan ini, diharapkan pengunjung pantai dapat merasa lebih aman saat menikmati liburan.
Bagi mereka yang terjebak arus rip, Wahyudi memberikan tips penting: "Jangan berenang melawan arus, karena itu hanya akan membuat Anda semakin terhanyut. Sebaliknya, berenanglah sejajar dengan pantai, untuk keluar dari jalur arus rip." Berenang ke samping merupakan cara yang paling efektif untuk menghindari arus yang kuat dan kembali ke pantai dengan selamat.
Wahyudi mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mengurangi risiko kecelakaan akibat arus rip. "Tentunya, pemerintah daerah harus turut andil dalam sosialisasi ini," tutupnya.