Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Januari 2025 | 17.57 WIB

Kompetisi Game Nasional: Wadah Kreativitas dan Kolaborasi Developer Muda

Para peserta mengikuti ajang kompetisi pengembangan game di Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com). - Image

Para peserta mengikuti ajang kompetisi pengembangan game di Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com).

JawaPos.com - Industri game di Indonesia terus berkembang pesat, menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif dengan potensi besar. Di balik layar, para developer muda menjadi kunci utama yang mendorong inovasi dan kreativitas dalam menciptakan game berkualitas. Namun, menciptakan sebuah game bukan hanya soal ide menarik, melainkan juga tentang kolaborasi, pemecahan masalah, dan kerja keras dalam mengolah konsep menjadi kenyataan.
 
Sebanyak 260 pelajar dan mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul di Universitas Ciputra Surabaya pada 24–26 Januari 2025 untuk mengikuti kompetisi pengembangan game. Dengan tema “2 Buttons,” peserta ditantang menciptakan game dalam waktu 48 jam yang menggabungkan inovasi, kreativitas, dan solusi menarik. Kompetisi ini, yang merupakan bagian dari Garena Game Jam, bertujuan mengasah kemampuan teknis sekaligus memperluas jaringan antarpeserta.
 
“Ajang ini fokus pada pengembangan developer muda dengan memberikan mereka kesempatan untuk berkompetisi sekaligus berkolaborasi. Banyak dari peserta yang bertemu dalam tim selama acara ini, lalu melanjutkan proyek mereka bersama setelah kompetisi selesai,” ujar Hans Kurniadi Saleh, Country Head Garena Indonesia, Jumat (24/1). 
 
Brian Fernando, mahasiswa semester 1 Universitas Ciputra, mengaku senang mengikuti kompetisi ini. “Dari kecil saya suka game, jadi ikut lomba ini sangat mengasah keterampilan. Apalagi kita harus pakai coding juga, jadi benar-benar belajar banyak dan menantang,” ungkapnya.
 
 
Senada dengan Brian, Ricky, mahasiswa AMIKOM Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman baru baginya. “Kita mau mencoba sesuatu yang baru. Mumpung ada kesempatan, kita ikut. Kebetulan juga saya suka buat desain, dan di sini juga bisa jadi ajang networking,” ujarnya.
 
Para pemenang kompetisi ini berkesempatan memamerkan karya mereka di ajang IGDX (Indonesia Game Developer Exchange), yang dihadiri pelaku industri game dari dalam dan luar negeri. “Kami melihat potensi besar dari produk-produk yang dikembangkan peserta. Di IGDX sebelumnya, kami membawa pemenang untuk memperkenalkan game mereka ke audiens internasional, memberikan pengalaman lebih luas dan kesempatan untuk memasarkan karya mereka,” tambah Hans.
 
Selain menjadi ajang kompetisi, acara ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta tentang proses pengembangan game, yang disebut Hans sebagai “sulit-sulit mudah.” Ia menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba dan menghasilkan karya, tanpa hanya fokus pada kesulitan yang dihadapi.
 
Dengan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan bahwa talenta muda di bidang pengembangan game tersebar luas di berbagai daerah. Dukungan mentoring dari tim pengembang profesional, termasuk pengembang Free Fire, memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari para ahli, memperkuat kemampuan mereka, dan meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore