
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi warga terdampak bencana di dua desa di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jumat (13/12) sore. (Galih/Jawa Pos)
JawaPos.com – Hujan disertai angin kencang yang melanda desa Ketapang Lor dan Glatik, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mengakibatkan 66 rumah rusak. Untuk mitigasi bencana, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi warga terdampak.
Angin puting beliung tersebut menerjang dua desa pada Jum’at (13/12) petang. Bencana tersebut mengakibatkan rumah-rumah warga rusak, terutama di bagian atap. Sebanyak 29 rumah di Desa Ketapang Lor rusak, kemudian 37 rumah di Desa Glatik juga mengalami kerusakan.
Yani turun langsung ke lokasi terdampak didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Sukardi.
Juga Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Ida Lailatussa'diyah dan Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi.
Selain meninjau lokasi secara langsung, Mantan Ketua DPRD Gresik itu juga memberikan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, kasur lipat matras, terpal, lauk pauk dan biskuit. Hal ini untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak.
Dalam kesempatan itu, Yani juga menyampaikan rasa prihatin dengan musibah yang menimpa warga Desa Glatik dan Desa Ketapang Lor Kecamatan Ujungpangkah Gresik. Ia menyampaikan, bantuan ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan semangat dan dukungan langsung kepada masyarakat.
"Kami hadir langsung bersama dinas terkait, Muspika, dan perangkat desa untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak," jelasnya.
Pihaknya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, termasuk keterlibatan Muspika Ujungpangkah dan perangkat desa dalam membantu perbaikan.
"Setelah kejadian, masyarakat bersama-sama langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa," katanya.
Yani mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan. Menurut dia, intensitas curah hujan dan potensi bencana seperti puting beliung masih mungkin terjadi di wilayah Gresik.
"Kami berharap masyarakat Gresik, khususnya yang berada di daerah rawan, tetap siaga. Bila ada pepohonan besar di sekitar rumah, jangan ditebang namun dipangkas untuk mengurangi risiko," pesan Yani.
Sementara itu, Kholidin, 38, salah satu warga Desa Glatik yang terdampak bencana mengapresiasi bantuan dan perhatian dari Pemkab Gresik.
"Semoga semua bantuan yang diberikan bisa manfaat. Dan mudah-mudahan bagi semua pihak yang membantu, diberikan rezeki yang lebih barokah oleh Allah SWT," tutur Kholidin. (Nugroho Galih Wicaksono)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
