Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 05.26 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Bakal Memasukkan Korban Bullying SMP Negeri ke Kelas Khusus, Begini Alasannya?

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi kasus perundungan siswa SMP Negeri di Surabaya yang viral. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi kasus perundungan siswa SMP Negeri di Surabaya yang viral. (Humas Pemkot Surabaya)

 
JawaPos.com-Belakangan ini, masyarakat Kota Surabaya dibuat generasi dengan pengakuan seorang siswa salah satu SMP Negeri berinisial CW, 14 tahun. Ia mengaku dirundung (bullying) oleh teman-teman sekolahnya.
 
 
Perundungan yang dialami pun tidak remeh. Mulai dari perundungan fisik, verbal, hingga asusila. CW bahkan di cap sebagai 'hama'. Kasus ini diungkap oleh konten kreator asal Surabaya Andy Sugar. 
 
Unggahan video yang diunggah sang kreator pada Selasa (10/12), Beredar luas di media sosial dan viral. Video tersebut berdurasi kurang lebih enam menit, merekam perbincangan antara Andy Sugar dan CW.
 
"Sering dipukul sama ditendang, pernah diancam pakai pisau. Terus pernah ditenggelamkan, saya juga ditelanjangi di tempat umum, terus kemaluannya diremas-remas, Ko," ujar CW dengan terbata-bata.
 
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku telah bertemu langsung dengan CW dan pihak sekolah. Menurutnya, CW adalah siswa yang pintar dan berani.
 
Eri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana memindahkan CW ke kelas khusus anak inklusi. Hal ini diakui sedang dalam tahap pertimbangan bersama dewan pendidikan.
 
"Apakah anak ini harus mendapatkan pendidikan yang lebih. Mereka punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bukan mereka dipinggirkan, tetapi diberikan pembelajaran yang lebih," tuturnya di Surabaya, Jumat (13/12).
 
Oleh karena itu, selain pihak sekolah, keluarga juga memiliki peran penting untuk tumbuh kembang dan masa depan CW. Eri menegaskan anak inklusi adalah anak yang cerdas. Ini perlu mendapat perhatian khusus. 
 
"Kita sampaikan kepada keluarganya, karena keluarga CW bisa memberikan sebuah perhatian kepada dirinya yang memiliki kemampuan menganalisa luar biasa. Sekali lagi saya katakan, anak ini pintar dan pemberani," tukasnya.
 
Diketahui, kasus perundungan ini telah dilaporkan CW ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ada enam nama siswa yang dilaporkan sebagai terduga tersangka. (*)
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore