
Kebun Raya Mangrove (KRM) di kawasan Gunung Anyar Surabaya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara. (Robertus Risky / Jawa Pos)
JawaPos.com – Kebun Raya Mangrove (KRM) di kawasan Gunung Anyar Surabaya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah Ryan, turis asal Filipina, yang terpesona dengan deretan pohon cemara udang dan suasana rindang di sepanjang lorong.
"I was amazed to see the many trees along this alley, beautiful (Saya takjub melihat banyaknya pohon sepanjang lorong ini, cantik)," ujarnya saat berkunjung, Kamis (5/12).
Ryan adalah bagian dari rombongan turis mancanegara yang tiba di Surabaya menggunakan kapal pesiar Viking Venus. Kapal tersebut singgah di Pelabuhan Tanjung Perak setelah menempuh perjalanan laut selama sebulan.
Kedatangan mereka disambut dengan pengalaman wisata yang menyegarkan. Dipandu berkelompok, para turis menjelajahi jogging track yang dikelilingi pohon bakau, menyaksikan pembibitan tanaman dengan metode hidroponik, hingga mencicipi buah bogem, hasil khas mangrove dari pohon Sonneratia caseolaris.
"I tried fruit from here and I think I like it (Saya coba buah dari sini dan sepertinya saya suka)," kata turis 33 tahun itu.
Tidak hanya menikmati keindahan alam, para turis juga mendapatkan edukasi melalui video dokumenter yang menceritakan pembentukan kawasan mangrove tersebut. Tina, turis asal Amerika, mengungkapkan bahwa pengalaman wisata ini memberikan kesan mendalam.
"This Mangrove Tour provides a different experience. Apart from enjoying the beauty of nature, we also learned about environmental conservation efforts (Wisata Mangrove ini memberikan pengalaman yang berbeda. Selain menikmati keindahan alam, kami juga belajar tentang upaya pelestarian lingkungan)," katanya.
Meski keberadaan nyamuk sempat menjadi tantangan, Tina sudah mempersiapkan diri dengan membawa semprotan anti-nyamuk, topi, dan syal.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyatakan bahwa wisata mangrove ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia kepada dunia.
"Ini kolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk travel. Kami tambahkan beberapa yang menonjol, seperti hasil tanaman kami yang bisa langsung dicoba, dan ternyata para turis ini suka," ungkapnya.
Selain menikmati keindahan alam, turis juga membeli suvenir hasil karya UMKM lokal. Kehadiran Kebun Raya Mangrove tak hanya memperkuat citra Surabaya sebagai kota destinasi wisata ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pelestarian ekosistem bakau yang berkelanjutan.
Dengan daya tariknya yang unik, Kebun Raya Mangrove terus berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Surabaya, memikat wisatawan dari berbagai belahan dunia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
