Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 12.34 WIB

Ratusan Turis Asing Nikmati Keindahan Mangrove dan Sensasi Buah Bogem di Surabaya

Kebun Raya Mangrove (KRM) di kawasan Gunung Anyar Surabaya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara. (Robertus Risky / Jawa Pos) - Image

Kebun Raya Mangrove (KRM) di kawasan Gunung Anyar Surabaya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara. (Robertus Risky / Jawa Pos)

JawaPos.com – Kebun Raya Mangrove (KRM) di kawasan Gunung Anyar Surabaya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah Ryan, turis asal Filipina, yang terpesona dengan deretan pohon cemara udang dan suasana rindang di sepanjang lorong.

"I was amazed to see the many trees along this alley, beautiful (Saya takjub melihat banyaknya pohon sepanjang lorong ini, cantik)," ujarnya saat berkunjung, Kamis (5/12).

Ryan adalah bagian dari rombongan turis mancanegara yang tiba di Surabaya menggunakan kapal pesiar Viking Venus. Kapal tersebut singgah di Pelabuhan Tanjung Perak setelah menempuh perjalanan laut selama sebulan.

Kedatangan mereka disambut dengan pengalaman wisata yang menyegarkan. Dipandu berkelompok, para turis menjelajahi jogging track yang dikelilingi pohon bakau, menyaksikan pembibitan tanaman dengan metode hidroponik, hingga mencicipi buah bogem, hasil khas mangrove dari pohon Sonneratia caseolaris.

"I tried fruit from here and I think I like it (Saya coba buah dari sini dan sepertinya saya suka)," kata turis 33 tahun itu.

Tidak hanya menikmati keindahan alam, para turis juga mendapatkan edukasi melalui video dokumenter yang menceritakan pembentukan kawasan mangrove tersebut. Tina, turis asal Amerika, mengungkapkan bahwa pengalaman wisata ini memberikan kesan mendalam.

"This Mangrove Tour provides a different experience. Apart from enjoying the beauty of nature, we also learned about environmental conservation efforts (Wisata Mangrove ini memberikan pengalaman yang berbeda. Selain menikmati keindahan alam, kami juga belajar tentang upaya pelestarian lingkungan)," katanya.

Meski keberadaan nyamuk sempat menjadi tantangan, Tina sudah mempersiapkan diri dengan membawa semprotan anti-nyamuk, topi, dan syal.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyatakan bahwa wisata mangrove ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia kepada dunia.

"Ini kolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk travel. Kami tambahkan beberapa yang menonjol, seperti hasil tanaman kami yang bisa langsung dicoba, dan ternyata para turis ini suka," ungkapnya.

Selain menikmati keindahan alam, turis juga membeli suvenir hasil karya UMKM lokal. Kehadiran Kebun Raya Mangrove tak hanya memperkuat citra Surabaya sebagai kota destinasi wisata ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pelestarian ekosistem bakau yang berkelanjutan.

Dengan daya tariknya yang unik, Kebun Raya Mangrove terus berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Surabaya, memikat wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore