Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Oktober 2024 | 21.50 WIB

Merespon Keluhan Warga, Pemkot Surabaya Ungkap Penyebab Proyek Perbaikan Jalan Muncul Banyak Debu dan Tak Kunjung Usai

Salah satu proyek perbaikan jalan yang sedang digarap Pemkot Surabaya. (Pemkot Surabaya) - Image

Salah satu proyek perbaikan jalan yang sedang digarap Pemkot Surabaya. (Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Sejumlah masyarakat mengeluhkan ruas jalan di Surabaya yang berdebu hingga mengganggu kenyamanan dalam berkendara, antara lain di Jalan Kranggan dan Jalan Mayjend Sungkono.
 
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), menanggapi keluhan masyarakat tersebut dengan menjelaskan bahwa debu itu akibat proses pengerjaan pengaspalan dan peninggian jalan. 
 
Perbaikan jalan getol dilakukan Pemkot Surabaya sebagai upaya menyediakan jalan yang layak untuk dilintasi bagi masyarakat dan juga mencegah banjir.
 
"Jadi itu adalah proses pengaspalan dan peninggian jalan supaya tidak banjir ketika musim hujan tiba. Aspalnya akan dibuat tinggi beberapa sentimeter supaya kalau hujan tidak banjir. Baik di Jalan Kranggan maupun di Jalan Mayjend Sungkono," kata Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, Minggu (20/10) seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.
 
Ia menambahkan perbaikan jalan itu membutuhkan waktu yang lama karena dilakukan dengan cara berlapis-lapis. Syamsul memastikan perbaikan jalan itu akan selesai sebelum musim hujan.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo menjelaskan, bahwa lapisan pertama pengaspalan di Jalan Kranggan sudah dilakukan. Selanjutnya akan dikerjakan lapisan kedua secepatnya.
 
"Yang di Jalan Kranggan itu lapisan aspalnya ada dua. Untuk yang pertama sudah dikerjakan tadi malam dan selanjutnya kita kerjakan lapisan kedua," paparnya.
 
Ia menambahkan salah satu hal yang membuat pengaspalan memakan waktu agak lama adalah tanah harus dipadatkan selama tiga hari.
 
"Yang di Jalan Kranggan itu sebenarnya meneruskan dari Jalan Baliwerti. Prosesnya memang cukup panjang dari mulai pengerukan sertu minggu kemarin, lalu pemadatan dan baru dilakukan pengaspalan," terang Windo.
 
Ia menambahkan, pengaspalan di Jalan Kranggan dilakukan sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 20 sampai 30 sentimeter. 
 
"Untuk pengaspalan tahap kedua di Jalan Kranggan diperkirakan selesai dalam dua hari kedepan," imbuhnya.
 
Sedangkan banyaknya debu yang mengganggu para pengguna jalan saat melintas di Jalan Mayjend Sungkono, Windo menjelaskan bahwa debu itu muncul karena penggarapannya sudah dalam tahap penghamparan Cement Treated Base (CTB) menggunakan campuran tanah asli (agrehat), semen portland dan air.
 
"Di Mayjend sekarang jadwalnya proses CTB. Kalau CTB ini harus dipadatkan dulu tanahnya sebelum di aspal kurang lebih selama tiga hari," kata Windo.
 
Ia juga mengungkapkan bahwa proyek Jalan Mayjend Sungkono akan tuntas pada awal bulan November dan pengaspalan dilakukan hingga depan Ciputra World.
 
Windo juga menegaskan pihaknya tidak diam saja menyikapi banyaknya debu tersebut, antara lain dengan menggandeng kontraktor dan juga Dinas Lingkungan Hidup Surabaya untuk melakukan penyiraman jalan sebanyak lima kali sehari.
 
"Penyiraman kita lakukan sehari lima kali bersama kontraktor dan DLH untuk mengurangi debu yang mengganggu pengguna jalan," pungkasnya.
 
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore