
Ilustrasi pneumonia. (Freepik)
JawaPos.com–Kasus pneumonia (peradangan paru) pada anak-anak di sejumlah rumah sakit di Surabaya mengalami peningkatan. Mayoritas kasus tersebut ditemui di ruang rawat inap anak (irna) setiap rumah sakit. Rata-rata infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menyerang hingga saluran pernapasan bagian bawah.
Dokter spesialis anak Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dr Robby Nurhariansyah SpA mengatakan, banyak pasien dengan ISPA yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan keluhan batuk, pilek, panas tidak turun-turun melebihi 3–5 hari. ’’Ada yang terkena pneumonia,” kata Robby Nurhariansyah.
Di RSUA, kasus pneumonia paling banyak terjadi pada anak usia 0–5 tahun, lalu usia 5–12 tahun, dan sisanya adalah usia 12 tahun ke atas. Lebih dari separo pasien yang dirawat inap karena pneumonia adalah usia balita.
”Irna kami kapasitas ruangannya 45 bed. Sekitar 39–40 bed terisi pasien pneumonia. Ini masih terus ter-update,” ujar Robby Nurhariansyah.
Robby menuturkan, tren kasus pneumonia memang masih tinggi. Bahkan, mendominasi pasien yang rawat jalan maupun rawat inap. Kejadian tersebut mulai banyak sejak Juli–Agustus lalu.
”Pneumonia dan ISPA penyebabnya dari mikroorganisme, bisa dari virus maupun bakteri,” kata Robby Nurhariansyah.
Sementara itu, di RSUD Bhakti Dharma Husada, tercatat 19 persen pasien anak mengalami diare atau infeksi saluran pencernaan. Itu merupakan data dari pasien rawat inap sejak Januari–Agustus tahun ini. Kepala Bidang Pelayanan Medik, Keperawatan, Pendidikan, dan Pelatihan RSUD BDH Surabaya dr Agusmawati menjelaskan, diare banyak menyerang anak-anak usia 1–4 tahun. Sebanyak 80 persen penyebabnya adalah virus. Sedangkan 20 persennya karena bakteri.
”Kurangnya higienitas,” jelas Agusmawati.
Setelah diare, pasien yang mendominasi di rumah sakit tersebut adalah pasien dengan bronkopneumonia. ”Ini adalah infeksi saluran pernapasan. Penyebabnya lebih didominasi infeksi bakterial,” terang Agusmawati.
Pasien yang datang untuk rawat inap pun butuh bantuan oksigen untuk memperlancar proses pernapasan.
Kasus ISPA juga kembali meningkat di Mayapada Hospital Surabaya. Dokter Shirley Ferlina Lasmono mengatakan, kasus ISPA kembali naik bulan ini setelah sempat menurun pada Agustus.
”Agustus kemarin dominan kasus diare, tapi sekarang kembali ke ISPA yang naik,” tutur Shirley Ferlina Lasmono.
Gejala yang banyak ditemukan adalah batuk, pilek, demam, disertai sakit tenggorokan.
”Pada anak yang lebih besar, remaja, ada gejala nyeri kepala juga,” jelas Shirley.
Kasus ISPA tersebut dipengaruhi penularan adenovirus, atau sekelompok virus yang menginfeksi beberapa bagian tubuh. Seperti saluran napas, paru-paru, mata hingga sistem saraf.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
