Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 02.52 WIB

Pemkot Surabaya Wisuda 1.150 Sekolah Lanjut Usia Tangguh

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewisuda 1.150 siswa Sekolah Lanjut Usia Tangguh (Selantang) 2024, Kamis (19/9). (Pemkot Surabaya/Antara) - Image

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewisuda 1.150 siswa Sekolah Lanjut Usia Tangguh (Selantang) 2024, Kamis (19/9). (Pemkot Surabaya/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewisuda 1.150 wisudawan/wisudawati siswa Sekolah Lanjut Usia Tangguh (Selantang) 2024 di Surabaya, Kamis (19/9).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, program itu memiliki peran penting dalam meningkatkan harapan hidup dan kesejahteraan lansia. Yakni dengan mempertemukan mereka satu sama lain melalui program Sekolah Lansia Tangguh.

Lansia harus memiliki harapan hidup yang panjang, dan salah satu caranya adalah dengan bertemu sesama lansia. Hari ini, kita wisuda Selantang untuk mereka,” kata Eri seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, melalui program Selantang, para lansia tidak hanya diharapkan merasa bermanfaat. Tetapi mereka juga tetap merasa berdaya guna di tengah masyarakat.

”Jadi, Sekolah Lansia Tangguh itu agar bagaimana mereka tidak merasa sendiri dan merasa tetap bisa bermanfaat untuk orang lain,” tutur Eri.

Dia menjelaskan, program Selantang saat ini sudah berjalan di 31 kecamatan Surabaya dan tahun depan diperluas cakupannya hingga ke tingkat RW.

”Insya Allah di tahun depan Selantang akan kita adakan di setiap RW, karena Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) sudah ada di setiap Balai RW,” tutur Eri.

Dia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para lansia yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan Surabaya. ”Surabaya tidak bisa dilepaskan dari peran para lansia. Surabaya menjadi hebat karena mereka yang merintisnya,” ujar Eri.

Sebagai bentuk penghormatan, Wali Kota Eri berpesan kepada para generasi muda di Surabaya untuk lebih menghargai dan menghormati para lansia. Ia berharap anak-anak muda membiasakan diri untuk tidak hanya menyapa orang tua, tetapi juga berhenti sejenak dan mencium tangan mereka sebagai bentuk penghormatan.

”Anak-anak sekarang harus membiasakan diri untuk tidak sekadar menyapa saat bertemu orang tua, tetapi berhenti dan mencium tangan mereka. Itu akhlak yang bagus, dan saya akan memulainya melalui Kampung Pancasila,” terang Eri.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para lansia yang telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti program Selantang.

”Awalnya program ini bergerak di 31 kecamatan, tetapi tahun depan kami berharap bisa menjangkau 153 kelurahan, bahkan hingga 1.400 RW. Semangat lansia di Surabaya luar biasa, usia tidak menjadi halangan untuk terus bergerak,” tutur Rini.

Rini juga mengungkapkan rasa kagum terhadap semangat para lansia yang justru menjadi inspirasi bagi para generasi muda. ”Saya yang masih 45 tahun itu kadang merasa lelah ketika banyak kegiatan. Tetapi ketika melihat njenengan (Anda), yang usia sudah tidak muda tetapi semangatnya luar biasa, itu menjadi inspirasi bagi saya dan generasi muda lainnya,” ucap Rini.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore