
Ilustrasi seorang dokter. (GenAI Dall-E)
JawaPos.com - Jumlah dokter di Kota Surabaya masih minim. Berdasar rasio kependudukan Surabaya, sebanyak 1.000 penduduk dilayani 2,95 dokter. Untuk mencukupi kebutuhan dokter, saat ini kampus-kampus yang memiliki fakultas kedokteran (FK) berupaya menambah kuota penerimaan mahasiswa kedokteran.
Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya dr Sukadiono mengatakan, FK UM Surabaya sudah berdiri delapan tahun. Total saat ini sudah meluluskan 100-an dokter. Sementara, kuota pada tahun pertama dan kedua masih 50 mahasiswa. Lalu, meningkat 80 mahasiswa.
”Sekarang sudah menerima 100 mahasiswa. Ke depan kalau sudah akreditasi A, bisa menerima 200 mahasiswa,” imbuhnya.
Sukadiono berharap kuota mahasiswa baru FK bisa ditinjau ulang. Dengan begitu, produksi dokter bisa ditingkatkan. Selain itu, selama ini FK UM Surabaya menerima banyak mahasiswa dari Pulau Jawa.
’’Kami membuat passing grade yang berbeda antara calon FK dalam Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Harapannya, mahasiswa dari luar Pulau Jawa bisa mengisi kekosongan dokter di daerah asalnya,” katanya.
Dekan FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Dr dr Handayani MKes mengatakan, animo peminat FK di kampusnya terus meningkat. Dia mengatakan, pada penerimaan 2024, pihaknya berhasil menjaring sekitar 500 pendaftar.
”Setiap tahun, kenaikannya cukup stabil,” tuturnya. Padahal, mahasiswa yang diterima hanya 100–110 orang per angkatan.
Dia mengatakan, FK di Surabaya masih menjadi jujukan banyak peminat dari berbagai wilayah di Indonesia. Pihaknya juga sebisanya mewadahi minat tersebut. ”Kami cukup sering menerima mahasiswa asal Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua,” tuturnya.
Handayani menambahkan, mahasiswa asal daerah luar Jawa cenderung ingin kembali ke kampung asal untuk mengabdi.
Unusa, kata dia, sudah berkolaborasi dengan pondok pesantren di Jatim hingga Jateng untuk mencari peminat dan bibit unggul. ”Kami upayakan tes dan wawancara bisa daring supaya mereka tidak kesulitan sejak awal,” tuturnya. Selain itu, bantuan pembiayaan dikolaborasikan dengan banyak pihak.
Dia berharap makin banyak pemerintah daerah yang mau berkontribusi dalam pembiayaan kuliah calon dokter yang potensial ini. Meski Surabaya menjadi lokasi yang menarik untuk bekerja, banyak mahasiswa daerah tersebut yang tak berkeberatan kembali ke kampung.
Handayani mengatakan, kontribusi kampus di Surabaya untuk pemerataan dokter perlu juga ditunjang peraturan yang rigid. ”Untuk distribusi dokter ke daerah-daerah, perlu pengaturan dan pendanaan pusat. Kolaborasi Kemenkeu, Kemendagri, Kemenkes, dan Kemendikbudristek,” jelasnya.
Sementara itu, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) setiap tahun meluluskan 80–100 dokter. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan UWKS Dr dr Sukma Sahadewa MKes menyampaikan, pihaknya telah melahirkan 5.627 dokter yang kini tersebar di dalam negeri maupun luar negeri.
”Peminat kedokteran di Pulau Jawa ini tentu masih tinggi. Bahkan, terakhir kemarin pendaftar di kedokteran kami mencapai 600 orang,” ungkap Sukma saat ditemui kemarin (5/9). Namun, menurut dia, yang perlu diperhatikan adalah animo dari luar Jawa.
Isu kekurangan dokter yang penyebarannya masih dianggap belum rata, lanjut dia, bukan hanya soal para calon dokternya. Tapi, juga faskes di daerah asal masing-masing yang masih kurang lengkap.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
