Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 00.38 WIB

Dukung Keseteraan di Dunia Kerja, Imigrasi Surabaya Berdayakan Penyandang Disabilitas Bekerja Setara Pegawai Lain di Kantornya

 
 
 

Kakanim I Surabaya Ramdhani mendampingi Devi sebagai pekerja di Program I

 
JawaPos.com – Isu kesetaraan di dunia kerja menjadi poin penting yang disorot pemerintah. Terutama di sector pelayanan public. 
 
Kantor Imigrasi Surabaya mendukung terwujudnya kesempatan yang setara di dunia kerja. Hal itu diwujudkan melalui program I’m Possible.
 
Melalui program I’m Possible ini, Kantor Imigrasi Surabaya juga berupaya untuk memberdayakan para pegawai disabilitas. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengungkapkan bahwa program tersebut untuk mengubah persepsi publik terhadap para penyandang disabilitas, memberikan kesempatan kerja yang setara, serta mendorong inklusifitas.
 
“I’m Possible artinya saya mampu. Semua orang punya hak sama untuk mendapatkan kesempatan. Kita di Indonesia mungkin masih kurang kesempatan memberikan peluang setara, padahal disabilitas juga memiliki potensi,” ujar Ramdhani di Kantor Imigrasi Surabaya, kepada awakmedia.
 
Program ini juga diharapkan menjadi contoh bagi lembaga lainnya untuk memberdayakan para disabilitas dan memberikan kesempatan kepada mereka.
 
“Mudah-mudahan tidak cuma di Imigrasi, di kementerian atau lembaga yang lain juga bisa memberikan kesempatan yang sama, sehingga mereka bisa bermanfaat untuk masyarakat maupun keluarga,” ungkap Ramdhani.
 
Devi, salah seorang pegawai I’m Possible di Kantor Imigrasi Surabaya menuturkan,dirinya tak menyangka bisa ikut berkarya di kantor Imigrasi Surabaya. Dia menyampaikan kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga bisa bekerja di Kantor Imigrasi Surabaya.
 
“Informasi Juli pertengahan, saya mulai gabung per Agustus. Awalnya, itu karena ada kerjasama Imigrasi dengan Gadisku, suatu lembaga galeri disabilitas di bawah naungan pemerintah daerah Jawa Timur. Di situ ada info kalau Imigrasi Surabaya membuka kesempatan disabilitas untuk customer service,” ujar Devi.
 
 
 
Devi menyampaikan bahwa dirinya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat, meskipun memiliki keterbatasan fisik, tapi dirinya tetap mampu melakukan pekerjaan.
 
“Kedua kaki saya membentuk letter O. Dengan keterbatasan fisik yang ada aku ingin menunjukkan bahwa meskipun ada kekurangan fisik tapi aku bisa. Saya ingin menunjukkan ke masyarakat luas kalau disabilitas itu bisa dan mampu,” pungkasnya.
 
Sebelumnya, pada April lalu, Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, secara langsung meluncurkan Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT (GADISku), yang berada di Jalan Jemur Andayani, Siwalankerto, Surabaya, Senin (22/4). Pada momen itu, Adhy menyoroti pembangunan sosial berkelanjutan terhadap disabilitas yang perlu diperhatikan, yaitu pemberdayaan sosial.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore