Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 05.41 WIB

Simak 3 Fakta Konflik Petra Surabaya dengan Warga Hingga Berujung Damai

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun ke lapangan cari solusi konflik warga dengan sekolah Petra. (Istimewa) - Image

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun ke lapangan cari solusi konflik warga dengan sekolah Petra. (Istimewa)

JawaPos.com–Konflik Petra 2 Surabaya dengan warga Manyar Tompotika Surabaya menjadi catatan khusus dunia pendidikan di Surabaya sepanjang 2024. Perseteruan warga Manyar dengan Petra Surabaya karena iuran keamanan menjadi polemik. Tentunya, riuh di laman media sosial.

Berikut beberapa fakta konflik antara Petra 2 Surabaya dengan warga Manyar Tompotika yang dirangkum JawaPos.com.

  1. Menyedot perhatian orang nomor pertama dan kedua di Surabaya

Konflik Petra 2 Surabaya dengan warga Manyar Tompotika membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun gunung. Keduanya mendatangi dan memediasi warga Manyar Tompotika itu dengan Petra 2 Surabaya. Hingga akhirnya, Petra 2 Surabaya pun sepakat damai dengan warga Manyar Tompotika atau sebaliknya.

”Insya Allah sudah terselesaikan dan tersolusikan dengan baik. Warga Surabaya selalu menyelesaikan masalah dengan kebersamaan. Tidak ada masalah yang tidak bisa dibicarakan. Ini karakter arek Suroboyo,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai menemui para pihak di rumah Ketua RW IV, Senin (5/8).

  1. Menghasilkan beberapa poin damai setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi datang

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi warga Manyar Tompotika dan Petra 2 Surabaya pada 5 Agustus. Orang nomor satu di Surabaya itu mengungkapkan bahwa Petra 2 Surabaya tak perlu lagi membayar iuran keamanan. Namun, ada poin lain yang harus dipatuhi Petra 2 Surabaya. Yakni, Petra 2 Surabaya membantu membersihkan lingkungan hingga menjaga arus lalu lintas.

”Keamanan tak dibebankan lagi kepada warga Manyar Tompotika Surabaya,” ujar Eri Cahyadi.

  1. Angka yang keliru, bukan Rp 140 juta untuk iuran keamanan

Dalam pertemuan antara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan warga serta Petra 2 Surabaya itu menyampaikan bahwa ada kekeliruan yang perlu diluruskan. Yakni, angka iuran keamanan sebesar Rp 140 juta.

Ketua RW IV Lilik Aljufri Hasan menyatakan bahwa RW IV, V, dan VII tidak akan menarik iuran lagi ke Petra 2 Surabaya.

”Kami juga ingin meluruskan terkait Rp 140 juta. Bukan begitu ya angkanya. Kami sama-sama membayar setiap RW Rp 32 juta. Nah, Rp 32 juta itu kan Petra yang membayar ke kami. Kami ada bendahara keamanan. Jadi, Rp 32 juta itu RW IV, V, dan VII yang menyebarkan ke bendahara. Plus Petra 2 Surabaya menjadi Rp 128 juta,” beber Lilik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore