Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juli 2024 | 00.48 WIB

Prof Bus Kirim Surat Keberatan Terkait Pemberhentian Sebagai Dekan Fakultas Kedokteran ke Rektor Unair Surabaya

Profesor Budi Santoso atau yang biasa disapa Prof Bus di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, Senin (8/7). (Willi Irawan/Antara) - Image

Profesor Budi Santoso atau yang biasa disapa Prof Bus di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, Senin (8/7). (Willi Irawan/Antara)

JawaPos.com–Profesor Budi Santoso atau yang biasa disapa Prof Bus mengirim surat kepada Rektor Universitas Airlangga (Unair). Surat itu menanyakan alasan pemberhentian dirinya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair.

”Kami datang ke Kampus C (Unair) tadi, ke kantor rektor dengan niat baik. Kami ingin mengantarkan surat yang isinya klarifikasi dan mempertanyakan alasan dan prosedur apa yang diberlakukan kepada kami. Sehingga begitu singkatnya saya mendapatkan SK (pemberhentian) tersebut,” tutur Prof Bus didampingi tim advokasi dari Lembaga Bantuan Hukum terkait dan Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) seperti dilansir dari Antara di kampus setempat, Senin (8/7).

Prof Bus diberhentikan dari jabatannya sebagai Dekan FK Unair Surabaya. Kabar pemberhentian itu diketahui usai rektor meminta Prof Bus menghadap. Namun, dia tidak bisa memenuhi karena sedang berada di Jakarta pada Selasa (2/7).

Isu yang berkembang, pencopotan Prof Bus buntut dari penolakan terhadap rencana pemerintah yang akan mendatangkan dokter-dokter asing ke Tanah Air.

Prof Bus berharap surat yang dilayangkan itu bisa segera dijawab Rektor Unair agar ada kejelasan mengenai alasan dirinya dicopot dari jabatan sebagai Dekan FK. Sehingga, tidak menjadi spekulasi liar di tengah-tengah masyarakat.

”Maka kami mengajukan suatu surat yang isinya adalah pertanyaan dan klarifikasi yang terkait dengan alasan dan prosedur yang terkait dengan pemberhentian saya,” ujar Prof Bus.

Dengan adanya surat itu, Prof Bus juga menginginkan akan terwujud dialog dan komunikasi yang baik dengan pihak rektor untuk mencari solusi pasca kasus itu mencuat demi nama baik Unair.

”Rumah besar ini harus kita rawat, dengan hati yang lebar, pikiran yang matang, dan jiwa yang tenang. Kita ingin Universitas Airlangga bisa maju dan berkembang,” tutur Prof Bus.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore