
Ilustrasi rumah rusak akibat gempa yang berpusat di perairan Bawean.
JawaPos.com–Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa tak sedikit warga yang mengungsi masih khawatir tinggal di dalam rumah pasca gempa di perairan timur Bawean. Mereka takut gempa susulan bakal terjadi.
Orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu menuturkan, lebih kurang ada 10 ribu warga Bawean yang mengungsi. Namun, ada beberapa warga yang juga sudah menetap atau kembali ke rumah.
”Banyak pengungsi karena ada yang tidak rusak rumahnya tapi punya kekhawatiran, dia tidak mau tinggal di rumah tapi di luar rumah, bikin tenda sendiri,” kata Gus Yani sapaan Bupati Fandi Akhmad Yani saat pelepasan kapal menuju Bawean dari Tanjung Perak Surabaya.
Berdasar data sementara yang masuk, ada 700 bangunan rusak berat, 800 rusak sedang, dan 2.000-an rusak ringan. Saat ini, Pemkab Gresik terus melakukan koordinasi dengan para kepala desa di Bawean. Khususnya, Kecamatan Sangkapura dan Tambak untuk memberi edukasi kepada masyarakat terkait pemberitaan hoax tentang gempa.
”Kita harus mengedukasi warga, memberikan informasi yang valid, terkait dengan pemberitaan adanya gempa susulan yang mengakibatkan tsunami dan lain-lain,” tutur Fandi Akhmad Yani.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
