Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Februari 2024 | 16.26 WIB

Ratusan Anggota KPPS Tumbang dan Meninggal Kembali Terjadi di Surabaya, Keluhan Kesehatan Bermacam-Macam

Kediaman KPPS wafat di Surabaya dipenuhi karangan bunga/Dok Radar Surabaya

JawaPos.com – Upaya mencegah insiden KPPS jatuh sakit hingga meninggal seperti pemilu sebelumnya telah diupayakan secara preventif oleh Pemkot Surabaya.

Namun sayangnya, kejadian yang tak diinginkan kembali terjadi dan menimpa sejumlah anggot KPPS di Surabaya.

Dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Grup) Sabtu (17/2), Pemkot Surabaya sebelumnya telah mengambil langkah-langkah untuk menyiapkan tenaga kesehatan (nakes) dan puskesmas yang beroperasi 24 jam selama pemungutan suara berlangsung.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) masih menghadapi tantangan dengan adanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang jatuh sakit, bahkan ada yang meninggal setelah bertugas.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan bahwa jumlah petugas KPPS yang jatuh sakit terus meningkat.

Pada hari pemungutan suara, sekitar 43 petugas dilaporkan jatuh sakit, dan angka ini terus bertambah hingga menjadi 137.

Nanik menyebutkan bahwa keluhan yang dialami oleh anggota KPPS sangat bervariasi, mulai dari kepala pusing, mual, hipertensi, naiknya asam lambung, hingga demam.

Untuk menangani hal ini, 63 puskesmas di Kota Surabaya telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para anggota KPPS.

Puskesmas Ketabang dan Kenjeran adalah dua puskesmas yang menerima jumlah pasien KPPS yang signifikan.

Dinkes memastikan bahwa seluruh petugas mendapatkan fasilitas dan penanganan medis sesuai prosedur yang ditetapkan. Beberapa di antaranya bahkan harus dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

Duka juga menyelimuti pesta demokrasi di Kota Surabaya dengan meninggalnya Ketua KPPS Tempat Pemungutan Suara (TPS) 42, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Joko Budiono, 52 tahun.

Joko diduga pingsan saat penghitungan suara dan dinyatakan meninggal dunia beberapa hari setelahnya.

Penyebab kematiannya disebut sebagai kelelahan pasca penghitungan suara, dengan penyakit komorbid yang dideritanya seperti naiknya gula darah.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore