
Dinkes Surabaya mendapatkan penghargaan cara produksi obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapatkan penghargaan cara produksi obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penghargaan itu diberikan dalam acara puncak HUT ke-23 BPOM di Jakarta.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Surabaya Reyner Meilaksana mengatakan, penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi kepada pemkot yang telah mendukung Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya dalam memproduksi produk darah yang berkualitas.
”Sehingga berhasil memperoleh sertifikat cara produksi obat yang baik (CPOM) terkait produk darah. Artinya, produk darah yang diproduksi UTD PMI Surabaya sudah mendapatkan pengakuan kualitas berupa sertifikat mutu dari BPOM,” kata Reyner, Kamis (8/2).
Dia menjelaskan, untuk mendapatkan sertifikat CPOB, UTD PMI Surabaya harus melalui proses yang panjang dan ketat. Mulai dari penyiapan bahan baku, validasi proses, pengendalian kontaminasi, penimbangan, pengemasan, hingga dokumentasi.
”Selain itu, UTD PMI Surabaya juga harus menjaga ketersediaan stok darah yang cukup untuk memenuhi permintaan darah dari masyarakat,” ujar Reyner Meilaksana.
Upaya yang dilakukan pemkot dalam mendukung penerapan CPOM di UTD PMI, tentu tak lepas dari tantangan yang dihadapi. Di antaranya adalah terkait bahan baku darah dari pendonor di masyarakat. Sebab, apabila donor tidak tersedia dalam jumlah yang cukup, UTD tidak dapat memproduksi.
”Pemkot Surabaya berpartisipasi aktif dalam menjaga ketersediaan bahan baku produksi darah serta melakukan kegiatan donor darah di setiap instansi di Kota Surabaya. Kami juga sangat mengapresiasi peran para donatur yang telah mendukung kegiatan PMI Kota Surabaya,” ungkap Reyner.
Dia memastikan, pemkot akan terus berperan aktif dalam mendukung penerapan CPOB di UTD PMI Surabaya. Sejumlah bentuk dukungan itu di antaranya dengan memberikan bantuan peralatan fasilitas kegiatan donor darah untuk meningkatkan mutu dan kualitas darah.
Pemkot juga memberikan piagam penghargaan sebagai apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung kegiatan PMI Surabaya. Termasuk pula memberikan motivasi kepada pendonor dengan cara pemberian piagam penghargaan Wali Kota Surabaya kepada donor darah sukarela 50 kali dalam setiap tahun.
”Pemkot Surabaya juga melakukan pembinaan, pengawasan, dan pendampingan, dengan lintas sektor terkait. Seperti BPOM dan dinas kesehatan provinsi, agar UTD Surabaya menerapkan CPOB dengan baik,” tutur Reyner.
Dengan penerapan CPOB di UTD PMI Surabaya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan, dapat mendapatkan produk darah yang berkualitas. Hal itu tentu sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, dia berharap agar UTD PMI Surabaya tetap mempertahankan mutu pelayanan. Sehingga diharapkan masyarakat Surabaya dapat lebih termotivasi dalam melakukan donor darah.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada BPOM yang telah memberikan penghargaan CPOB kepada Pemkot Surabaya,” tutur Reyner Meilaksana.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
