Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 15.49 WIB

Pemkot Surabaya Bakal Rancang Atraksi Laser Show dan Video Mapping di THP Kenjeran, Segini Anggarannya

Suasana kawasan pesisir di sekitar THP Kenjeran di Surabaya, Senin (22/1).

JawaPos.com –  Tunjang kualitas wisata pesisir di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) bakal kembali merombak kawasan Tempat Hiburan Pantai (THP) Kenjeran dengan mempercantik dan melakukan pengurukan lahan pada tahun 2024 ini.

Dilansir dari Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Selasa (23/1), dalam perombakan THP tersebut, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya dikabarkan telah menyiapkan dua proyek besar sekaligus.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Krestian Mahardono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, selain menunjang kualitas wisata pesisir, rencana tersebut juga berpotensi untuk bisa meningkatkan kesejahteraan warga.

"Selain menunjang kualitas wisata pesisir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga nelayan sesuai komitmen Pak Wali Kota. Makanya, kita butuh area pantai itu biar orang yang datang ke situ tambah banyak," ujar Iman, Senin (22/1), seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Selasa (23/1).

Untuk mempercantik kawasan Tempat Hiburan Pantai (THP) Kenjeran tersebut, Pemkot Surabaya diketahui akan menganggarkan dana sebesar Rp 23 miliar, yang saat ini tahapannya masih menunggu proses lelang.

Dalam proyek ini, Iman menyebut pihaknya akan menambah dan mengoptimalkan sejumlah fasilitas, memodifikasi air mancur menari yang berada di Jembatan Suroboyo dengan menambah laser show dan video mapping. “Harapannya jadi tempat destinasi baru," ucapnya.

Ia mengklaim, video mapping di pertunjukan air mancur yang direncanakan bakal dibuat itu akan sama persis seperti milik Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bahkan, menurutnya mungkin lebih mirip dengan yang di Singapura.

Selain untuk mempercantik dan meningkatkan kesejahteraan warga nelayan di kawasan pesisir Kenjeran, proyek ini juga dibangun untuk sekaligus menjadi upaya memproteksi banjir rob. "Kita terus berkoordinasi bersama pihak terkait soal pengerjaan ini," terangnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, saat ini pemkot tengah mengurus proses perizinan ke Pemprov Jatim dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Setelah izin keluar, barulah pengerjaan proyek seperti, pembuatan tanggul, kemudian penyedotan lumpur yang berada di kawasan tersebut akan segera berjalan.

Disisi lain, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kebijakan itu juga dapat meningkatkan penghasilan warga nelayan. Sebelumnya, pemkot sudah memberikan intervensi berupa alat tangkap ikan dan perahu. Kini. Pemkot akan memberikan akses jalan untuk mempermudah nelayan tersebut saat akan melaut.

“Ketika laut surut, maka itu (perahu nelayan, Red) tidak bisa sampai ke dermaganya. Atau, ketika mau berangkat, juga sulit, banyak lumpur yang ada di sana. Sehingga, ketika kami diskusi dengan nelayan, satu-satunya jalan adalah dibuatkan akses jalan,” papar Cak Eri.

Pria yang akrab dipanggil Cak Eri ini berencana melakukan pengerukan lumpur. Hal itu dilakukan untuk mempermudah akses keluar dan masuknya perahu nelayan. Untuk merealisasikannya, ia pun mengusulkan kepada KKP untuk segera meminta izin. “Tim KKP sudah melakukan pengkajian,” sebutnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore