
Surabaya Targetkan 2027 Bebas Genangan dan Banjir (Radar Surabaya)
JawaPos.com- Upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menuntaskan genangan dan banjir tak habis-habis. Tampaknya upaya tersebut menelan anggaran yang besar.
Dilansir dari Radar Surabaya (Grup Jawa Pos) anggaran itu sebesar Rp 700 miliar. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, alokasi dana ratusan miliar tersebut digunakan untuk menuntaskan persoalan utama tiap tahun yang terjadi di Kota Pahlawan.
Diantaranya perbaikan saluran air yang ada di perkampungan. Tak hanya itu pembangunan sejumlah rumah pompa baru, box culvert, hingga pembangunan saluran primer juga harus dilakukan.
"Ada 451 titik genangan, sekarang dalam dua tahun tinggal 250 titik. Targetnya 2027 sudah tidak ada banjir. Butuh uang Rp 3,5 triliun saluran primer karena ketinggian permukaan laut lebih tinggi, butuh pompa,” ujar Cak Eri kemarin (17/1).
Besarnya kebutuhan dana untuk pengendalian banjir membuat ASN Pemkot Surabaya dituntut mengembangkan kreativitas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka. Agar nantinya anggaran bisa diarahkan ke penanganan banjir.
“Masyarakat harus tahu ada skala prioritas untuk anggaran pemkot. Kami selesaikan banjir, tapi jangan lupa ada anggaran untuk mengentaskan kemiskinan dan prioritas pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menilai anggaran penanganan banjir dalam APBD Kota Surabaya sangat realistis. Sebab, Surabaya adalah kota terbesar kedua setelah Jakarta.
“Dari anggaran Rp700 miliar tersebut, kontribusi terbesar untuk pengerjaan box culvert,” terangnya.
Baktiono menjelaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menangani banjir. Salah satu hasil konkretnya adalah peresmian Rumah Pompa Gresikan Tambaksari. Selain itu, pemkot masih terus melanjutkan pembangunan saluran hingga rumah pompa baru yang sudah direncanakan sebelumnya.
Rumah Pompa Gresikan itu merupakan ide saya di Komisi C. Bersyukur sudah diresmikan Walikota Eri Cahyadi,” ungkapnya.
Baktiono menuturkan, ada beberapa solusi dalam penanganan banjir. Salah satunya adalah perbanyak pemasangan box culvert. Tujuannya untuk menampung air sementara.
"Kedua, perdalam sungai yang dulunya berfungsi sebagai irigasi. Dan, ketiga, pembangunan rumah pompa dengan kapasitas penyedot air cukup besar,” jabarnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
