PRIHATIN: Kondisi Khuzaimah saat ditemui di kediamannya.
JawaPos.com - Duka tengah dirasakan Khumaizah, salah satu warga Desa Kemiri RT 8/RW 3 Kecamatan Sidoarjo. Pasalnya, rumah reyot perempuan paruh baya berusia 73 tahun yang berdiri di atas bantaran kali itu, terkena robohan tembok pabrik yang menempel tepat dengan rumahnya, pada Selasa (9/1).
Tembok pabrik tersebut roboh menghantam separo tempat tinggalnya. Akibatnya ia membuat gubuk sementara berukuran 2,5 meter dengan atas dari terpal untuk tidur.
Khuzaimah merupakan warga Desa Kemiri RT 8/RW 3 Kecamatan Sidoarjo. Disana ia tinggal bersama kedua cucunya yang masih anak-anak.
"Untuk sementara saya tinggal di gubuk kotak ini, lantaran rumah yang saya tempati yang nempel di dinding sebuah gudang itu roboh," ucapnya dikutip dari Radar Sidoarjo, Jumat (12/1).
Dinding tembok pabrik tersebut roboh akibat angin kencang yang terjadi di Sidoarjo. Untung saja dirinya masih selamat dari kejadian tersebut.
Khuzaimah hidup sendiri, kebutuhan sehari-hari ia mengandalkan hasil dari bekerja sebagai pemulung. Setiap hari tugasnya mengambil sampah dari warga sekitar dengan upah sebesar Rp 15 ribu per rumah.
Sampah yang diambil tersebut ia bakar ditempat pembakaran miliknya. Ia mengaku setiap bulan rata-rata mendapatkan uang sebesar Rp 1,2 juta.
Akan tetapi cerobong tempat pembakaran miliknya kini telah rusak akibat tertimpa tembok pabrik yang roboh. Meski begitu ia tetap mencari nafkah untuk melanjutkan hidup.
"Sampah yang tidak bisa menghasilkan uang saya bakar, tapi cerobong tempat pembakarannya saat ini roboh akibat tembok yang roboh ," jelasnya.
Dia yang tidak bisa jalan hanya mengandalkan kursi roda terus berusaha mencari nafkah dari hasil mulung. Ia juga kerap kali mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar.
Khuzaimah mengaku telah menempati rumah reyot tersebut selama 20 tahun lebih. Dulunya ia tinggal di daerah Pucang, Sidoarjo Kota.
Sebenarnya ia mempunyai rumah di Kemiri, akan tetapi dipasrahkan kepada anak-anaknya dan ia tak mau merepotkannya. Rumah semi permanen itu berukuran lebar 2,5 meter dengan panjang sekitar 6 meter.
"Awalnya bikin rumah dengan ukuran lebar 2 meter dan panjang 2,5 meter dengan atap asbes, dindingnya dari triplek, dahulu rumah ini sempat disuruh bongkar sama beberapa warga," terangnya.
"Kami berharap ada yang bantu saya, terutama kursi roda, karena kursi roda yang saya miliki sudah rusak," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
