Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Januari 2024 | 14.56 WIB

Rumah Reyot yang Ditinggali Selama 20 Tahun Roboh Terkena Dinding Pabrik, Nenek Khuzaimah Bertahan di Gubuk Kecil Beratapkan Terpal

PRIHATIN: Kondisi Khuzaimah saat ditemui di kediamannya.

JawaPos.com - Duka tengah dirasakan Khumaizah, salah satu warga Desa Kemiri RT 8/RW 3 Kecamatan Sidoarjo. Pasalnya, rumah reyot perempuan paruh baya berusia 73 tahun  yang berdiri di atas bantaran kali itu, terkena robohan tembok pabrik yang menempel tepat dengan rumahnya, pada Selasa (9/1).

Tembok pabrik tersebut roboh menghantam separo tempat tinggalnya. Akibatnya ia membuat gubuk sementara berukuran 2,5 meter dengan atas dari terpal untuk tidur.

Khuzaimah merupakan warga Desa Kemiri RT 8/RW 3 Kecamatan Sidoarjo. Disana ia tinggal bersama kedua cucunya yang masih anak-anak.

"Untuk sementara saya tinggal di gubuk kotak ini, lantaran rumah yang saya tempati yang nempel di dinding sebuah gudang itu roboh," ucapnya dikutip dari Radar Sidoarjo, Jumat (12/1).

Dinding tembok pabrik tersebut roboh akibat angin kencang yang terjadi di Sidoarjo. Untung saja dirinya masih selamat dari kejadian tersebut.

Khuzaimah hidup sendiri, kebutuhan sehari-hari ia mengandalkan hasil dari bekerja sebagai pemulung. Setiap hari tugasnya mengambil sampah dari warga sekitar dengan upah sebesar Rp 15 ribu per rumah.

Sampah yang diambil tersebut ia bakar ditempat pembakaran miliknya. Ia mengaku setiap bulan rata-rata mendapatkan uang sebesar Rp 1,2 juta.

Akan tetapi cerobong tempat pembakaran miliknya kini telah rusak akibat tertimpa tembok pabrik yang roboh. Meski begitu ia tetap mencari nafkah untuk melanjutkan hidup.

"Sampah yang tidak bisa menghasilkan uang saya bakar, tapi cerobong tempat pembakarannya saat ini roboh akibat tembok yang roboh ," jelasnya.

Dia yang tidak bisa jalan hanya mengandalkan kursi roda terus berusaha mencari nafkah dari hasil mulung. Ia juga kerap kali mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar.

Khuzaimah mengaku telah menempati rumah reyot tersebut selama 20 tahun lebih. Dulunya ia tinggal di daerah Pucang, Sidoarjo Kota.

Sebenarnya ia mempunyai rumah di Kemiri, akan tetapi dipasrahkan kepada anak-anaknya dan ia tak mau merepotkannya. Rumah semi permanen itu berukuran lebar 2,5 meter dengan panjang sekitar 6 meter.

"Awalnya bikin rumah dengan ukuran lebar 2 meter dan panjang 2,5 meter dengan atap asbes, dindingnya dari triplek, dahulu rumah ini sempat disuruh bongkar sama beberapa warga," terangnya.

"Kami berharap ada yang bantu saya, terutama kursi roda, karena kursi roda yang saya miliki sudah rusak," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore