
MASIH ADA ARI-ARI: Sekda Kedungkendo, Candi, Hariyanto mencium bayi perempuan yang ditemukan anak-anak di jalan desa tersebut.
JawaPos.com - Warga RT 02 RW 01 Desa Kedungkendo, Candi, Sidoarjo, Kamis (28/12) digegerkan dengan penemuan bayi terbungkus kain biru di jalan kampung. Bayi yang masih memiliki ari-ari tersebut ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain. ’’Tahu ada suara bayi didatangi, akhirnya mereka memanggil orang-orang,” kata Ridwan, warga setempat.
Pria 61 tahun itu mengungkapkan, bayi perempuan tersebut ditemukan sekitar pukul 12.00. Saat ditemukan, bayi sudah dikerubungi semut. Warga sekitar langsung melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa setempat.
Ridwan menduga bayi itu dibuang selepas dilahirkan. ’’Kelihatannya begitu, masih kecil begitu,” jelasnya. Warga bersama perangkat desa lalu mengevakuasi bayi yang masih menangis ke Balai Desa Kedungkendo.
’’Di sana dibersihkan, terus diazani sama Sekdes,” katanya. Kemudian, petugas Polsek Candi bersama tim Inafis Polresta Sidoarjo mengecek lokasi kejadian. ’’Jalanan di lokasi penemuan bayi tersebut bisa dibilang buntu,’’ lanjutnya.
Ridwan mengatakan, ada warga lain yang melihat dua orang, yaitu pria dan wanita, berboncengan masuk ke kampung. Mereka menggunakan motor matik hitam.
’’Tidak curiga karena dikira ada yang bertamu ke warga sini,” jelasnya. ’’Perawakannya yang laki-laki besar, yang perempuan kurus begitu,” paparnya.
Sementara itu, hingga sekitar pukul 13.30, polisi memeriksa beberapa saksi. Termasuk anak-anak yang menemukan bayi tersebut.
’’Habis tanya saksi beberapa, masih dalam penyelidikan,” kata Kanitreskrim Polsek Candi Iptu Imam Tarmudzi. Dia mengatakan, kini bayi tersebut dipindah ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, Humas RSUD Sidoarjo Sri Yuliati mengungkapkan bahwa bayi perempuan tersebut sedang dalam perawatan di Maternal neonatal emergency (MNE). ’’Dugaan baru (berusia) sehari, beratnya 2,3 gram dan panjangnya 45 sentimeter,” jelasnya.
Hanya, menurut Sri, bayi tersebut memiliki ruam kebiruan di wajahnya. Hal itu disebabkan bayi mengalami sesak napas. Diduga akibat dililit kain pembungkus saat di lokasi. Bayi tersebut kini disuplai oksigen.
Sedangkan untuk tali pusar sudah dilakukan pemotongan oleh bidan di Balai Desa Kedungkendo. ’’Rencananya habis ini akan masuk ruang NICU (neonatal intensive care unit),” ungkapnya. (eza/c6/ai)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
