
Kanwil Kemenkumham Jatim selidiki kasus untuk mengetahui pelaku dan motif perusakan di tempat penampungan pengungsi di Puspa Agro, Sidoarjo.
JawaPos.com–Kanwil Kemenkumham Jatim merespons kejadian perusakan fasilitas sarana Puspa Agro yang diduga dilakukan pengungsi internasional di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (8/12) malam.
Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Herdaus mengatakan tengah melakukan penyelidikan kasus lebih lanjut. Hal itu untuk mengetahui siapa dan apa motif sesungguhnya dari tindakan perusakan di tempat penampungan pengungsi di Puspa Agro.
”Kami sedang komunikasi dan berkolaborasi dengan kepolisian untuk mendalami kasus perusakan sarana dan prasarana di tempat penampungan pengungsi Puspa Agro yang diduga dilakukan pengungsi,” ujar Herdaus.
Namun, Herdaus menceritakan, sebelumnya terjadi pemadaman listrik oleh PLN sejak Jumat (8/12) pukul 01.30 WIB karena ada kebakaran gudang perusahaan marketplace di sebelah kiri area Pasar Puspa Agro, Sidoarjo.
”Pada Jumat siang, para pengungsi melakukan protes kepada pengelola Aparna Puspa Agro karena listrik padam mengganggu aktivitas para pengungsi yang ditampung di Aparna Puspa Agro, sehingga pihak pengelola mengupayakan recovery dengan cepat dan tepat yaitu dengan menyewa genset,” ujar Herdaus.
Pada sore hari, genset tiba di lokasi penampungan Aparna Puspa Agro. Selanjutnya petugas melakukan pemasangan dan penginstalasian untuk kebutuhan listrik penampungan.
”Sekitar satu jam setelah genset aktif, kami menerima informasi dari PLN bahwa aliran listrik telah menyala dan bisa digunakan, sehingga pemasangan dan penginstalasian genset dihentikan dan proses penyambungan kembali menggunakan aliran listrik PLN,” urai Herdaus.
Namun, sekitar pukul 19.15 WIB, terdapat beberapa pengungsi yang melakukan perusakan sarana dan prasarana di Puspa Agro. Kejadian tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Para perusak berhenti beraksi setelah aliran listrik di penampungan kembali normal.
”Informasi yang kami terima, ada sekitar 30 orang refugees melakukan perusakan dengan melempari kaca penampungan Aparna Puspa Agro. Para pengungsi yang melakukan perusakan lari bersembunyi,” terang Herdaus.
Herdaus menyayangkan kejadian tersebut. Aksi perusakan tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Pihaknya telah mengagendakan pertemuan dengan para stakeholder, termasuk dengan International Organization for Migration (IOM) pada Senin (11/12).
”Kalau melihat kronologi, hal ini dapat dikategorikan sebagai sikap/perilaku pengungsi yang tidak sepantasnya, akan ada evaluasi dan pembinaan sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tegas Herdaus.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
