Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 22.57 WIB

Tandon Air Wonokitri PDAM Surabaya Jadi Wisata Heritage

PDAM Surya Sembada masih mengkaji rencana membuka Tandon Air Wonokitri menjadi salah satu objek wisata sejarah atau heritage. - Image

PDAM Surya Sembada masih mengkaji rencana membuka Tandon Air Wonokitri menjadi salah satu objek wisata sejarah atau heritage.

JawaPos.com–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada menggelar pameran foto lawas dengan menyajikan potret aktivitas para petugas dalam memberikan pelayanan PDAM. Kegiatan itu digelar di halaman Rumah Pompa/Tandon Air Wonokitri PDAM Surya Sembada, Jalan Jalan Pakis Tirtosari No. 84-A.

Tandon Air Wonokitri milik PDAM Surya Sembada itu rencananya dibuka untuk umum menjadi salah satu wisata sejarah atau heritage di Kota Pahlawan. Sebab, Tandon Air Wonokitri telah beroperasi sejak zaman Belanda.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Arief Wisnu Cahyono mengatakan, Tandon Air Wonokitri merupakan salah satu bangunan peninggalan zaman Belanda milik PDAM Surya Sembada. Pihaknya melakukan penelusuran dan pengkajian mendalam dengan menggandeng komunitas sejarah, yakni Begandring Soerabaia.

”Kita pertimbangkan sebagai destinasi wisata, spot foto baru, dan sebagainya. Dibangun antara tahun 1901. Kita masih mencari sejarahnya. Kita kerja sama dengan teman-teman pencinta sejarah untuk mencari detailnya, siapa arsitek, siapa yang dulu pernah menjabat di sini, dan sebagainya,” kata Arief.

Tandon Air Wonokitri merupakan tempat penyedia air bagi perumahan di wilayah Surabaya Barat yang dibangun sejak awal abad 20. Masih aktif dan beroperasi hingga saat ini dengan kapasitas 2.000 meter kubik.

”Ini sudah aktif sejak dulu sampai sekarang masih difungsikan,” jelas Arief Wisnu Cahyono.

Arief menerangkan, Tandon Air Wonokitri dahulu mengalirkan air secara gravitasi. Namun saat ini tidak cukup dan harus didukung menggunakan rumah pompa.

”Kalau zaman dulu dari Gempol dikirim ke sini kemudian dialirkan secara gravitasi, tandon ini tinggi sehingga dulu dilarikan tanpa rumah pompa. Tapi kalau sekarang tidak cukup pakai gravitasi, harus pakai pompa. Maka kita punya rumah pompa juga sekarang yang kita pompa ke daerah Kembang Kuning kemudian ke Brawijaya,” terang Arief Wisnu Cahyono.

Untuk memastikan Tandon Air Wonokitri dapat beroperasi maksimal, PDAM Surya Sembada terus melakukan kontrol, pemantauan, dan pemeriksaan rutin. Di sisi lain, bangunan peninggalan Belanda itu memiliki nilai plus pada bagian arsitektur.

”Insya Allah (dibuka) tahun depan. Sedang kita pikirkan, kita kaji, dan kita perbaiki fasilitasnya. Sebab, ini adalah hasil kesuksesan pendiri PDAM, jadi patut menengok sejarah masa lalu untuk mengingat dan meneladani kerja keras mereka sehingga PDAM bisa berdiri hingga saat ini,” ujar Arief Wisnu Cahyono.

Arief menambahkan, sebetulnya PDAM Surya Sembada memiliki beberapa bangunan heritage di luar Kota Surabaya. Semuanya masih beroperasi hingga saat ini.

”Kalau di luar kota itu kita punya Pelintahan kemudian punya Toyo Ara, punya Rumah Pompa Gempol dan semuanya masih beroperasi sekarang. Jadi infrastruktur PDAM Surya Sembada ini banyak yang berusia tua yang harus revitalisasi, kemudian modernisasi juga,” ucap Arief Wisnu Cahyono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore