
BERI SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi sang istri Rini menjenguk Tariq Aziz, anggota satpol PP yang menjadi korban pengeroyokan oknum buruh, di Krembangan Bakti kemarin (3/12).
JawaPos.com – Polisi sudah mengantongi identitas oknum buruh, terduga pelaku pengeroyokan terhadap Abdul Muid Kafi dan Tariq Aziz –dua anggota Satpol PP Surabaya– di Jalan A. Yani, Kamis (30/11). Saat ini polisi masih mendalami peran terduga pelaku tersebut saat kejadian.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono menyatakan, proses penyelidikan terus berjalan. Dalam waktu dekat, dia memastikan pelakunya sudah terungkap. ”Fokus kami sekarang mengumpulkan alat bukti yang menguatkan tindak pidana,” katanya kemarin (3/12).
Hendro tidak memerinci nama terduga pelaku yang sudah dikantongi. Hanya, dia memastikan oknum buruh yang terbukti mengeroyok satpol PP bakal ditindak. ”Tindak kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi,” jelasnya.
Sejumlah nama terduga pelaku itu didapat dari pemeriksaan saksi hingga pendalaman rekaman video penganiayaan yang tersebar. ’’Jika alat bukti sudah ada, terduga pelaku akan ditindak,” tutur Hendro.
Dia pun mengimbau masyarakat yang melakukan unjuk rasa tidak arogan. Apalagi tindakan yang dilakukan sampai menimbulkan korban. ”Hukum tidak pandang bulu terhadap pelaku,” ujar Hendro.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kasatpol PP Surabaya M. Fikser menjenguk korban kemarin. Keduanya berkunjung ke rumah Muid di Jalan Banyu Urip Lor terlebih dahulu. Mereka lantas melanjutkan kunjungan ke rumah Aziz di Jalan Krembangan Bakti.
Eri mengatakan, kedatangannya ke rumah korban dalam rangka memberikan semangat. Menurut dia, keduanya adalah contoh bagi pegawai pemkot. ”Selama tidak melanggar aturan syariat agama dan negara, lakukan pekerjaan dengan keberanian, ketegasan, dan keikhlasan,” katanya.
Terkait proses hukum yang sedang berjalan, dia mempersilakan korban untuk membuat keputusan sendiri. Yang jelas, apabila pelaku mengaku salah dan meminta maaf, sudah seharusnya dimaafkan.
’’Tetapi, kasus hukumnya terserah mereka karena ini negara hukum. Ini juga jadi pelajaran bagi semua agar bisa menghargai orang lain,” kata Eri.
Eri menjanjikan akan memberikan reward bagi Muid dan Aziz ketika mereka sudah kembali bekerja. Sebab, keduanya dianggap sebagai petugas yang patut diteladani oleh jajaran pemkot lain.
”Ayo bekerja menggunakan hati. Bekerja ikhlas dan tidak takut menghadapi apa pun,” ucapnya.
Aziz tidak menyangka akan mendapat perhatian besar dari pemkot. Bahkan, dia tidak mengira wali kota menjenguknya. Dia mengaku sudah memaafkan pelaku yang melakukan pengeroyokan.
’’Saya sudah memaafkan. Tetapi, proses hukumnya akan terus berlanjut,” katanya. (edi/c6/aph)
Baca Juga: Jokowi Bantah Klaim Cak Imin Soal Jatah Menteri Pertahanan yang Diberi ke Prabowo Subianto
UPAYA POLISI CARI PELAKU PENGEROYOKAN SATPOL PP

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
