
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi Warung TPID di Pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (28/11). (ANTARA/Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mencanangkan program baru untuk mengendalikan dan menstabilkan harga di pasaran, salah satunya membuat Warung TPID di pasar-pasar Surabaya.
Dilansir dari Antara pada Rabu (29/11), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebutkan agar harga bahan pokok di pasar terjamin atau dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), maka sejumlah pasar di Surabaya dibuatkan Warung TPID.
Hal tersebut sudah terlaksana dan dilakukan oleh para jajaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya di Kota Pahlawan.
"Di Warung TPID itu, sementara dijual beras, minyak dan gula," ujar Eri Cahyadi dalam sebuah keterangan di Surabaya, Rabu (29/11).
Maka dari itu, jika ada warga yang belanja ke pasar lalu menemukan harga yang tidak sesuai dengan HET, maka warga itu bisa langsung mencari warung TPID ini, kata Wali Kota.
Dengan adanya warung TPID tersebut, maka harga bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula di pasaran Surabaya bisa tetap stabil, sehingga para pedagang tidak lagi menjual di atas HET.
"Ini hasil diskusi TPID dengan semua stakeholder di Surabaya, sehingga kami terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga di Surabaya. Insya Allah kalau kita bergerak bersama pasti bisa mengendalikan inflasi Surabaya," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo menyebutkan bahwa Pemkot Surabaya melalui Warung TPID terus berupaya mengendalikan dan menekan inflasi.
Selain melaksanakan operasi pasar yang secara rutin digelar di pasar-pasar tradisional, TPID juga sudah membuka gerai beras yang dinamai Warung TPID.
Warung TPID itu akan dibuka di lima pasar tradisional di Kota Pahlawan. Adapun pasar-pasar tersebut antara lain, Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng Baru, dan Pasar Tambahrejo.
Empat pasar tersebut berada dalam pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya. Sedangkan satu pasar lagi merupakan pasar swasta.
"Ini adalah salah satu upaya dari Pemkot Surabaya untuk menekan atau mengendalikan inflasi, khususnya untuk komoditi beras. Di lima pasar ini didirikan Warung TPID," tutur Agus.
Warung TPID lebih memiliki fungsi sebagai stokist, yaitu gerai yang menyediakan komoditi tertentu (beras). Sedangkan untuk ketersediaan komoditinya, TPID berkolaborasi dengan Bulog.
Menurut Agus, dengan langkah tersebut, TPID Pemkot Surabaya dapat melakukan intervensi terhadap kenaikan harga atau kelangkaan komoditi.
"Sebab, Warung TPID ini bisa mendistribusikan komoditi beras dari Bulog itu dari gerai kepada pedagang di pasar atau langsung ke masyarakat," katanya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
