
Nonton bareng (nobar) film Unearthing Muarajambi Temples di Mal Cito Surabaya.
JawaPos.com–Young Buddhist Association Indonesia (YBAI) bersama organisasi Buddhis, wihara, dan organisasi sosial, di Jawa Timur menggelar nonton bareng (nobar) film Unearthing Muarajambi Temples di Mal Cito Surabaya.
Warga Surabaya antusias menyaksikan film dokumenter yang disutradarai Nia Dinata itu. Bahkan, 5 studio di Cito dan memutar film itu, semuanya full penonton. Hadir dalam nobar itu sang sutradara Nia Dinata bersama sejumlah tokoh dalam film tersebut.
Selain itu, hadir pula Komunitas Organisasi Buddha dan organisasi sosial masyarakat serta pencinta Muara Jambi Olga Lydia. Artis ibu kota itu bersama sutradara dan para tokoh dalam film tersebut juga sempat menyapa para penonton sembari menyampaikan pesan penting dalam menjaga toleransi.
Ditemui seusai nobar, Sutradara film Unearthing Muarajambi Temples Nia Dinata mengatakan, pesan penting yang ingin selalu ditularkan ketika pemutaran film tersebut adalah merajut toleransi. Sebab, ada toleransi yang begitu besar dan inklusif di Muara Jambi. Selain itu, orang Indonesia saat ini sudah mulai enggan untuk meneliti sejarah.
”Kalau kita menjadi masyarakat yang toleransi dan juga mencintai sejarah, pasti akan lebih maju lagi dan lebih damai lagi bangsa ini. Makanya, saya merajut toleransi ke berbagai daerah melalui film ini,” kata Nia.
Dia berharap toleransi diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu caranya dengan banyak bergaul dengan orang lain, mengeksplorasi saudara yang berbeda agama, berbeda tingkat ekonomi dan sosialnya. Dengan cara itu, banyak pelajaran yang dapat diambil dalam membina hubungan dan relasi itu.
”Jadi, kenalilah Indonesia seutuhnya, kenalilah Muara Jambi. Kita harus benar-benar mengaplikasikan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Nia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi dan Kalyana Shira Foundation mempersembahkan film dokumenter yang mengupas tentang keberadaan situs Candi Muara Jambi.
Sementara itu, Komunitas Organisasi Buddha dan organisasi sosial masyarakat serta pencinta Muara Jambi Olga Lydia mengaku kaget setelah mendengar cerita bahwa Muara Jambi lebih besar dan lebih luas dibanding Candi Borobudur. Setelah melihat film itu, dia merasa seluruh rakyat Indonesia harus tahu dan layak ikut berbangga karena memiliki Candi Muara Jambi.
”Saya senang karena ternyata yang datang banyak banget dan 5 studio itu penuh. Apalagi, yang datang ini sangat beragam dan penuh warna,” kata dia.
Dia juga bersyukur acara itu lancar karena sangat dibantu Young Buddhist Association Indonesia (YBAI). Apalagi, mereka juga sudah lama ingin memutar film itu di Surabaya.
”Saya senang melihat antusiasme warga Surabaya ini yang penuh toleransi. Rasa toleransi ini harus terus ditularkan ke daerah lainnya di Indonesia,” ujar dia.
Ketua Harian YBA Indonesia Anthony Orodiputro juga bersyukur bisa mendapat kepercayaan dari Olga untuk bisa melaksanakan acara nobar bersama organisasi Buddhis dan organisasi sosial lain di Jawa Timur. Acara tersebut bermanfaat tidak hanya memperkenalkan agama Buddha dan sejarah saja, tetapi bisa memberikan semangat toleransi antar umat beragama.
”Hal ini sebenarnya sudah terajut sejak zaman Sriwijaya. Nenek moyang kita memiliki kearifan lokal bekal berharga yang kita perlukan untuk hidup bermasyarakat,” kata Anthony.
Dengan film tersebut, sejarah agama Buddha di Bumi Nusantara mampu dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh penonton, khususnya para pemuda.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
