Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 22.30 WIB

Penumpang Feeder Warawiri Suroboyo Meningkat, Dishub Surabaya Janjikan Tambah Armada

FAVORIT: Penumpang feeder Wirawiri Suroboyo di area barat hingga kemarin (7/11) masih tinggi. Jumlahnya meningkat dengan perubahan rute. - Image

FAVORIT: Penumpang feeder Wirawiri Suroboyo di area barat hingga kemarin (7/11) masih tinggi. Jumlahnya meningkat dengan perubahan rute.

JawaPos.com - Peningkatan kualitas transportasi publik di Surabaya kini terlihat hasilnya. Masyarakat kota Pahlawan pun semakin berminat untuk menggunakan moda transportasi umum daripada kendaraan pribadi.

Hal ini tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berupaya meningkatkan kualitas transportasi publik. Salah satunya adalah kemunculan feeder Wirawiri Suroboyo. Peminat angkutan umum berukuran setara angkot itu semakin tinggi. Namun sementara ini, armadanya masih minim.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan, kurangnya armada Warawiri tidak sejalan dengan tingkat peminatnya yang meningkat.  "Peminat Warawiri terus meningkat karena angkutan ini menjangkau di luar jalan utama," ujarnya Kamis (9/11) seperti dikutip dari Radar Surabaya (Grup Jawa Pos).

Maka dari itu, pihaknya akan menambah unit armada pada tahun depan demi mengakomodasi tingginya minat masyarakat terhadap Warawiri. "Tahun ini belum ada tambahan, karena anggaran. Kita rencanakan tahun depan ada penambahan unit melalui anggaran 2024," imbuhnya.

Pemkot Surabaya sendiri masih menggodok rencana penambahan armada itu. Saat ini masih dalam tahap kalkulasi. Sebab, pemkot meminta hasil evaluasi tingkat efisiensi. "Nanti kita bandingkan antara beli unit baru atau menggunakan skema buytheservice (BTS). Lebih hemat yang mana, kita hitung biaya operasional hingga perawatannya," ujarnya.

Rencana penambahan armada ini diharapkan bisa mempersingkat waktu tunggu. Sehingga mobilitas masyarakat bisa makin meningkat. "Masih lumayan lama, ya. Selain itu juga ada kawasan yang belum tersentuh akses feeder. Dengan penambahan ini, rasanya itu semua bisa teratasi," kata Tundjung.

Sejauh ini, pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengover peminat feeder yang tinggi. Salah satunya adalah mengubah rute. Pihaknya pun telah memetakan wilayah berdasarkan tingkat pengguna.

"Ada yang sudah jalan tiga bulan lalu, itu rute Puspa Raya-HR Muhammad. Sebelumnya itu hanya melewati Jalan Lontar, mulai Agustus, kita ubah melewati Pakuwon Indah," ungkapnya.

Tujuan modifikasi rute ini antara lain untuk menjangkau masyarakat dari Pakuwon Mall menuju arah Citraland. Hasilnya, sejauh ini ada peningkatan jumlah penumpang. "Penumpang meningkat 10 persen," sebut Tundjung.

Terkait peningkatan jumlah penumpang, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Kota Surabaya Ali Mustofa memaparkan lebih detail. Sebelum adanya modifikasi rute, penumpang Warawiri rute Pusparaya-HR Muhammad hanya di kisaran 200 penumpang. Setelah rute ini dibuka, terjadi kenaikan sekitar 300-500 orang dalam sebulan.

Untuk sementara, enam feeder telah disediakan untuk melayani rute baru itu. Ali mengungkapkan, kenaikan okupansi masih bisa terlayani dengan armada yang ada.

Namun, pihaknya tetap melakukan evaluasi berkala. ’’Kita hitung rasio loadfactor pergi pulang (PP) lebih dari 1 persen, akan dilakukan kajian penambahan armada,’’ urainya.

Ali Mustofa juga menambahkan, okupasi pengguna feeder di Surabaya Barat selalu tinggi. Salah satu penyebabnya adalah kesadaran masyarakat menggunakan transportasi publik meningkat. "Langkah Pemkot untuk mengurangi polusi dan kemacetan menunjukkan hasil positif. Ini terus kita dorong,"ucapnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore