
BERTAHAP: Kondisi Sungai Pelayaran beberapa waktu lalu. DPUBMSDA Sidoarjo bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta untuk membersihkan sungai tersebut.
JawaPos.com – Normalisasi 24 sungai di Sidoarjo terus berjalan. Saat ini pelaksanaannya hampir tuntas. Awal bulan depan, rencananya ada enam sungai lagi yang dinormalisasi.
Kabid Ketersediaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Suprayitno mengatakan, normalisasi sungai berwujud pengerukan sedimen, penataan plengsengan, hingga pengerukan sampah.
’’Rata-rata sudah lebih dari separo yang dikerjakan dari semua sungai yang dinormalisasi tahun ini. Beberapa hampir selesai,’’ katanya.
Salah satunya, normalisasi Sungai Pelayaran di Kecamatan Taman sepanjang 2,7 kilometer yang sebelumnya dipenuhi sampah. ’’Setengahnya sudah selesai. Akhir November harus sudah selesai semuanya,’’ katanya.
Pihaknya bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta karena sungai tersebut juga dijadikan bahan baku air minum. ’’Ada alat berat dari Jasa Tirta, alat yang jangkauan pengerukannya panjang,’’ tuturnya.
Prayit menyebut pengerukan di sana lebih optimal jika menggunakan alat berat dengan jangkauan panjang. Sebab, bukan hanya permukaan sungainya yang dipenuhi sampah. Sedimen atau endapan di dasar sungai juga tebal. Karena itu, sungai menjadi dangkal.
Prayit mengatakan, selain menuntaskan normalisasi di 24 sungai tersebut, awal bulan depan pihaknya kembali menormalisasi enam sungai. ’’Baru dikerjakan pada akhir tahun karena menggunakan anggaran dari perubahan anggaran keuangan (PAK),’’ jelasnya.
Yang akan digarap, antara lain, saluran sekunder di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, dan saluran sekunder di Desa Gelam, Candi. Prayit memastikan, sungai maupun saluran yang kotor juga tetap dibersihkan meskipun belum masuk perencanaan tahun ini.
Tim satgas sungai melakukan pembersihan secara kondisional di sungai-sungai yang kotor. ’’Misalnya, ada aduan sungai kotor, tetap kami bersihkan,’’ ujarnya.
Sementara itu, terkait pendangkalan sungai di Ngingas dan Kureksari yang sebelumnya disidak Wakil Bupati Sidoarjo Subandi, Prayit menyebut normalisasi di sana baru bisa dilakukan tahun depan. (uzi/c7/any)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
