
SIAP JADI PEMENANG: Pemateri berfoto bersama peserta workshop Kampung Surabaya Hebat (KSH) di Graha Sawunggaling kemarin (12/10). Untuk menjuarai KSH, RW diminta memunculkan potensi kampungnya.
JawaPos.com – Sebanyak 150 RW yang lolos penjurian tahap kedua Kampung Surabaya Hebat (KSH) mendapatkan pelatihan. Dalam workshop di Graha Sawunggaling itu, peserta diminta menggali potensi kampungnya untuk pengembangan ekonomi kreatif.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Achmad Eka Mardijanto menyatakan, pelatihan itu diadakan untuk memberikan bekal bagi peserta. Sebab, penjurian tahap ketiga dimulai dalam waktu dekat. ”Nanti ada 75 RW yang lolos di babak ketiga,” ujarnya.
Penjurian tahap ketiga bakal lebih ketat. Peserta harus memaparkan keunggulan kampung masing-masing. Bobot penilaian potensi itu mencapai 30 persen. Selebihnya, juri akan menilai kondisi di lapangan.
Menurut Achmad, 150 RW itu harus mampu memunculkan potensi di wilayah masing-masing. Bukan hanya soal pengolahan sampah, tetapi juga pengembangan sektor UMKM. ”Sehingga nanti terbentuk kampung madani. Selain itu, pengelolaan sampah dan UMKM oke,” katanya.
Subkoordinator Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Annisa Zaraswati menuturkan bahwa peserta yang menata dan mengolah sampahnya dengan baik berpeluang besar menjadi juara.
Namun, pihaknya juga berharap RW mengembangkan ekowisata. Setiap kampung juga harus membuat kuliner khas dan suvenir.
”Bisa menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung. Karena Surabaya menjadi jujukan wisatawan dari kapal pesiar,” jelasnya.
Menurut dia, banyak kampung di Surabaya yang memiliki potensi wisata. Hanya, kesadaran untuk mengembangkannya masih kurang.
Dengan adanya KSH ini, lanjut Annisa, diharapkan muncul kampung-kampung wisata baru di metropolis. ”Yang penting, harus ada keberlanjutannya. Jangan pas ada penilaian saja,” ujarnya.
Khoirun Nisa, salah satu peserta yang lolos penjurian 150 besar KSH, mengungkapkan bahwa kampungnya RT 2, RW 2, Kelurahan Jepara, Bubutan, sudah menyiapkan inovasi.
Salah satunya adalah kerak telor yang dijadikan pupuk. Termasuk program urban farming di tengah permukiman. ”Kami siap menuju 75 besar,” tegasnya. (omy/c14/aph)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
