
BACA INFORMASI: Pemilik Resto Weby Heritage Febriana Albionita (kanan) membaca koran Jawa Pos di kios depan resto miliknya bersama agen koran Jawa Pos Suhajak. Febriana menyediakan kios koran di resto
JawaPos.com – Kerja keras Febriana Albionita dalam membangun bisnis kuliner nasi empal dari resep ibunya menuai keberhasilan. Semula, dia berjualan di depan garasi rumah. Kini usahanya makin berkembang hingga mampu mendirikan restoran.
Febriana mengatakan, awalnya bisnis tersebut dirintis oleh ibunya, Susi Nyono atau akrab disapa Bu Yudi. Susi memang hobi memasak. Salah satu masakan andalannya adalah nasi empal.
Nasi empal itu dijual di depan garasi rumah pada 1993. Harganya hanya Rp 1.000. ”Jual masakan rumahan saja karena ibu saya pintar memasak,” katanya.
Saat itu, sudah banyak penggemar nasi empal buatan Bu Yudi. Awalnya, nasi empal tersebut dijual dengan dibungkus untuk dimakan di rumah, bukan dimakan di tempat.
Karena sudah banyak pembelinya, Bu Yudi mulai berjualan di dalam garasi rumah di kawasan Surabaya Timur.
”Hingga akhirnya, ibu saya membuka depot bernama Warung Empal Bu Yudi di Ruko Kapas Krampung,” ucap Febriana.
Depot yang dirintis Bu Yudi itu semakin dikenal. Penggemarnya pun dari seluruh kalangan. Saat Febriana berusia 21 tahun, bisnis tersebut dia kembangkan.
”Tiga tahun lalu, kami mulai membuka cabang di CitraLand dengan membuat branding baru dalam bentuk resto. Menu andalannya masih nasi empal. Itu awal Weby Resto dibuka,” kata anak bungsu di antara dua bersaudara itu.
Febriana menjadi generasi kedua yang mengelola bisnis kuliner keluarga. Dia pun menjadikan nasi empal sebagai menu yang bisa dinikmati lebih modern dengan konsep restoran. Hingga akhirnya berkembang dengan membuka Weby Heri_tage di Surabaya Timur.
”Kami membuat konsep restoran agar pembeli bisa menikmati nasi empal lebih nyaman. Konsepnya tidak lagi warung atau depot lagi,” ujar putri pasangan Susi Nyono dan Yoedianto itu.
Menurut dia, nasi empal adalah makanan khas Surabaya yang praktis dan banyak digemari masyarakat. Itulah yang menjadikan empal sebagai menu unggulan di restorannya. Selain itu, setiap weekend, dia selalu menyajikan menu khusus lontong cap go meh.
Weby Heritage berbeda dengan restoran lainnya. Febriana menyediakan kios bagi penjual koran. Utamanya koran Jawa Pos. Sehingga pengunjung restoran bisa menyantap hidangan sekaligus membaca koran.
Febriana menyatakan, sebelum Weby Heritage dibuka, di depannya terdapat kios koran. ”Jadi, kami kasih space bangunan untuk kios koran,” katanya. (ayu/c6/aph)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
