
DAYA TARIK WISATAWAN: Mita Agustina berswafoto dengan latar belakang bangunan tua di Jalan Veteran.
Setelah berhasil menghidupkan kembali Jalan Tunjungan, kini pemkot berfokus menata lagi wisata heritage di wilayah utara. Tiga destinasi wisata akan direvitalisasi untuk menarik pengunjung sekaligus meningkatkan perekonomian warga.
---
BILA Jalan Tunjungan adalah tempat tuan dan nona Belanda kongko sekaligus belanja pada masa sebelum kemerdekaan, kawasan utara Surabaya merupakan urat nadi perekonomian Kota Pahlawan.
Toko-toko yang didirikan etnis Tionghoa berderet di sepanjang Jalan Kembang Jepun. Di wilayah Ampel, para saudagar dari Arab dan negara Timur Tengah menjajakan dagangannya.
Memori Surabaya tempo dulu itu akan dihidupkan kembali oleh Pemkot Surabaya. Bertajuk pengembangan wisata heritage, pemkot berupaya merevitalisasi kawasan lawas itu. Program tersebut dimulai dari wisata pecinan di Kya-Kya.
Tahun lalu revitalisasi Kya-Kya dimulai. Dinding bangunan yang sudah kusam dicat warna-warni. Pemkot juga menambahkan mural bertema Tionghoa, lampion serbamerah, dan lapak-lapak UMKM. Pada September 2022, Kya-Kya diresmikan dengan nama Kya-Kya Reborn.
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal mengatakan, ada 45 pelaku UMKM yang berjualan di Kya-Kya Reborn.
Selama satu tahun beroperasi, omzet pedagang terus meningkat. Dalam satu hari, pedagang rata-rata mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 1 juta.
”Bahkan ketika acara Madura Food Festival yang digelar 22–24 September, omzet pedagang tembus Rp 7 juta. ,” kata Rizal kemarin (6/10).
Setelah Kya-Kya Reborn, pemkot bakal mengembangkan wisata Kampung Eropa dan Kampung Arab.
Lokasi Kampung Arab berada di Wisata Religi Sunan Ampel. Tahun lalu pemkot sudah membenahi jalur pedestrian. Selanjutnya, wilayah Ampel akan ditambahi beberapa fasilitas pendukung. Mulai museum, convention hall, pusat pendidikan Islam, hingga hotel.
Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Krestian Mahardono mengatakan, revitalisasi Kampung Eropa dimulai penataan beberapa fasilitas.
”Halte di-make over bertema Kampung Eropa pada zaman kolonial. Kemudian, PJU dan bola-bola juga dicat ulang berwarna monokrom,” kata Iman. (ian/c6/aph)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
