
PEICU KERETAKAN DITEUKAN: Pesepeda melintas di sekitar proyek betonisasi Jalan Krembung. Salah satu penyebab keretakan adalah kurangnya frekuensi penyiraman air setelah beton dihantarkan.
JawaPos.com – Pemkab Sidoarjo tuntas mengevaluasi proyek betonisasi ruas Mojoruntut–Krembung. Evaluasi dilakukan karena sebelumnya ada empat retakan pada jalan yang sudah dibeton sepanjang 430 meter. Rencananya, minggu depan betonisasi mulai dilanjutkan kembali.
Berdasar pengamatan Jawa Pos kemarin (28/9), belum ada petugas di lokasi yang menggarap proyek betonisasi senilai Rp 10,5 miliar itu. Hanya ada sejumlah warga yang membantu pengaturan lalu lintas di titik yang sudah dibeton sebagian.
’’Beberapa hari belum ada pekerjaan. Tapi, jalannya bisa dilewati di sebagian sisinya. Hanya untuk motor saja,’’ ujar salah seorang warga, Hafid Priyono.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, Senin (2/10) nanti pihaknya menggelar rapat bersama pelaksana pekerjaan.
’’Kami minta untuk melanjutkan pekerjaannya, mudah-mudahan minggu depan bisa dimulai kembali,’’ ujarnya.
Jalan beton yang sudah terbangun dan mengalami kerusakan tidak boleh diintervensi dulu sebelum ada pendapat dari ahli dari Universitas Brawijaya. Pembahasan dengan ahli dan evaluasi sudah dilakukan.
Hasilnya, memang ada kesalahan dalam pelaksanaan betonisasi di titik yang sudah dikerjakan. ’’Tepatnya 430 meter yang sudah dibeton. Kondisinya memang ada rusak. Karena kesalahan metode,’’ jelasnya.
Yakni, proses pemadatan beton kurang optimal karena tidak menggunakan alat pemadat. ’’Tidak pakai vibrator screed atau alat pemadatan,’’ ungkapnya.
Selain itu, ada kekurangan penyiraman air di atas beton yang sudah dihamparkan. ’’Penyiraman air atau curing hanya sehari sekali. Padahal kondisi suhu tinggi,’’ katanya.
Idealnya, sehari dilakukan tiga sampai empat kali penyiraman setelah enam jam beton dihamparkan di permukaan jalan. ’’Penyiraman juga harus dilakukan rutin sampai umur beton tujuh hari,’’ imbuhnya.
Rizal menambahkan, pihak pelaksana sudah bersedia untuk memperbaiki. Kesepakatannya, di titik yang sudah dibeton itu akan ditambah beton lagi setinggi 30 sentimeter. Nanti elevasinya disesuaikan sehingga bisa rata.
Jalan sepanjang 430 meter yang sudah dibeton dijadikan lantai kerja beton. Dirinya menyebut, jika metodenya benar dan perawatannya benar, kerusakan bisa diantisipasi. ’’Paling-paling hanya kerusakan kecil di spot-spot saja,’’ katanya.
Minggu depan rencananya pekerjaan mulai dilanjutkan. ’’Karema surat perintah kerja sampai 10 Desember,’’ sebutnya. Artinya, harus ada percepatan agar betonisasi dua segmen yang dikerjakan di sana, yakni segmen pertama sepanjang 1.273 meter dan segmen kedua sepanjang 900 meter, bisa selesai sesuai target. (uzi/c17/any)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
