Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 22.26 WIB

60 Kasus HIV Ditemukan pada Remaja Usia 11-17 Tahun di Sidoarjo, 7 Orang Meninggal Dunia

Ilustrasi HIV/AIDS. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi HIV/AIDS. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sebanyak 60 remaja berusia 11-17 tahun di Kabupaten Sidoarjo terdiagnosis HIV sepanjang periode 2001 hingga Juni 2026. Dari 60 kasus ini, sebanyak 7 orang meninggal dunia.

Data tersebut merupakan bagian dari 1.183 kasus HIV kumulatif yang ditemukan pada kelompok usia 0-24 tahun di Kabupaten Sidoarjo. Kemenkes menyebut bahwa meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan tidak serta-merta menunjukkan lonjakan penularan, melainkan juga mencerminkan semakin luasnya layanan deteksi dini HIV di berbagai fasilitas kesehatan.

Dari data itu, hingga Juni 2026, sebanyak 34 remaja masih menjalani terapi antiretroviral (ARV), 7 orang meninggal dunia, dan 19 lainnya berstatus lost to follow-up (LFU) atau tidak lagi terpantau dalam layanan pengobatan.

Kemenkes menilai temuan tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan HIV, serta memperluas akses layanan kesehatan yang ramah bagi remaja agar mereka dapat memperoleh informasi dan layanan secara lebih mudah.

Sementara itu, pada kelompok usia 0-10 tahun tercatat terdapat 117 kasus HIV dan seluruhnya merupakan penularan dari ibu ke anak. Dari jumlah tersebut, 32 anak masih menjalani pengobatan ARV, 35 anak meninggal dunia, sedangkan 50 anak berstatus LFU.

Adapun kelompok usia 18-24 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 1.006 kasus HIV. Sebanyak 1.005 kasus merupakan penularan horizontal yang mayoritas ditemukan melalui layanan pada populasi kunci, seperti LSL, pasien tuberkulosis, ibu hamil, pasangan ODHIV, pekerja seks, hingga kelompok lainnya.

Menurut Kemenkes, tingginya angka penemuan kasus pada kelompok usia muda menunjukkan perlunya perluasan skrining HIV di berbagai pintu masuk layanan kesehatan, sekaligus memperkuat pendampingan agar pasien tetap menjalani terapi secara berkelanjutan.

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes juga telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberitaan kasus HIV pada anak dan remaja di daerah tersebut. Tim melakukan klarifikasi dan verifikasi data, termasuk mengunjungi Delta Crisis Center (DCC), serta mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan ODHIV bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu, Kemenkes terus memperkuat layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA). Di Kabupaten Sidoarjo tercatat terdapat 163 ibu hamil dengan HIV sepanjang 2022 hingga Juni 2026, terdiri atas 49 kasus pada 2022, 40 kasus pada 2023, 35 kasus pada 2024, 30 kasus pada 2025, dan 9 kasus hingga Juni 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, mengatakan HIV merupakan penyakit kronis yang dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore