Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 15.54 WIB

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam 100 Lebih Pohon Pisang, Begini Langkah Aparat Kecamatan Pule

Warga melintas di jalan antardesa yang ditanami pohon pisang karena kondisi rusak parah di Kecamatan Pule, Trenggalek. - Image

Warga melintas di jalan antardesa yang ditanami pohon pisang karena kondisi rusak parah di Kecamatan Pule, Trenggalek.

JawaPos.com - Petugas gabungan dari unsur Forkopim Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melakukan tindakan persuasif menyingkirkan material batu dan pohon pisang yang ditanam warga di tengah jalan rusak. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan (pengendara) saat melintas.

"Sejauh ini kami sudah menyingkirkan sekitar 100 pohon (pisang) dari badan jalan agar tidak mengganggu lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengendara," kata Camat Wiratna Widyawati kepada awak media di Trenggalek, Selasa (26/9).

Selain pembersihan seratusan pohon pisang yang ditanam warga di sepanjang jalan Desa Pule menuju Desa Joho sebagai bentuk protes atas kondisi infrastruktur yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, pintu dialog juga dibuka oleh Pemkab Trenggalek melalui pemerintah Kecamatan Pule.

Hasilnya, langkah perbaikan akan segera dilakukan. Opsinya bisa aspal ulang ataupun dilakukan penambalan.

"Kami usahakan agar segera diperbaiki, minimal menambal jalan yang rusak," ucapnya.

Soal penanaman pohon pisang yang dinilai membahayakan pengguna jalan itu, lanjut dia, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan warga. "Kami bersama perangkat desa membersihkan pohon pisang yang ditanam di jalan raya, karena pohon dan material berupa batu membahayakan pengguna jalan," tutur Camat Wiratna Widyawati.

Sebelumnya, lebih dari 100 pohon pisang ditanam warga empat desa di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek sejak akhir pekan ketiga September ini. Pohon-pohon pisang berusia dewasa itu ditanam tepat di tengah jalan atau tengah jalan yang berlubang, sebagai wujud protes atas kondisi infrastruktur antardesa di wilayahnya yang rusak parah namun tak kunjung diperbaiki. Padahal, jalan yang rusak itu menjadi infrastruktur utama mobilisasi warga.

"Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan empat desa, yang setiap harinya digunakan masyarakat sekitar untuk aktivitas mencari nafkah maupun sekolah," kata Arifin, salah satu warga setempat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore