
Kabid Inteldakim Rizky Yudhaikawira (kiri) memberikan penjelasan kepada Dirjen Imigrasi Silmy Karim menyangkut inovasi Lentera Keimigrasian.
JawaPos.com–Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya meluncurkan inovasi terbaru berupa Lentera Keimigrasian di Ruang Pelayanan Izin Tinggal Orang Asing di Lantai 2.
Inovasi itu diresmikan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Silmy Karim dan merupakan hasil karya Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Rizky Yudhaikawira. Acara peluncuran Lentera Keimigrasian turut dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jatim Imam Jauhari, Kepala Divisi Keimigrasian Hendro Tri Prasetyo, Kepala Kantor Imigrasi Surabaya Chicco A. Muttaqin, serta Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim).
Lentera Keimigrasian Surabaya bertujuan membuka kesempatan bagi orang asing dan penjamin untuk berkonsultasi mengenai peraturan dan penegakan hukum keimigrasian. Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Rizky Yudhaikawira menjelaskan, peluncuran inovasi itu sebagai respons atas beberapa kendala dalam pelaksanaan fungsi pengawasan orang asing di wilayah Surabaya.
Kendala tersebut meliputi wilayah kerja Kantor Imigrasi Surabaya yang sangat luas mencakup Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo. Selain itu terbatasnya jumlah sumber daya manusia (SDM) Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim).
”Potensi pelanggaran Keimigrasian yang terjadi, baik oleh orang asing maupun penjamin, umumnya disebabkan ketidaktahuan terkait hukum Keimigrasian Indonesia,” terang Rizky Yudhaikawira.
Rizky menambahkan, Lentera Keimigrasian memudahkan Kantor Imigrasi Surabaya dalam melakukan pengawasan dengan langkah-langkah yang telah diantisipasi. Yani mencakup pengumpulan dan pengolahan data keberadaan orang asing, mengundang pihak penjamin dan/atau orang asing untuk melakukan diskusi, edukasi, serta konsultasi terkait peraturan Keimigrasian, dan melakukan pembaruan data keberadaan orang asing di wilayah kerja Imigrasi Surabaya.
”Melalui layanan ini, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih baik antara Imigrasi Surabaya, orang asing, dan penjamin. Sehingga diharapkan tingkat pelanggaran hukum keimigrasian dapat berkurang signifikan,” jelas Rizky Yudhaikawira.
”Pastinya, tingkat pelanggaran orang asing di bidang keimigrasian yang rendah dapat menjadi indikator keberhasilan Kantor Imigrasi dalam menciptakan iklim investasi yang stabil,” ucap Rizky Yudhaikawira, alumni Akademi Imigrasi (AIM) ke-10 itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
