Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 15.10 WIB

Menelusuri Sejarah Jalur Rel Kereta Api Pertama di Indonesia, Rute Pertama Surabaya-Pasuruan-Malang

Jalur kereta api Surabaya-Pasuruan sepanjang 63 km menjadi jalur kereta api pertama yang dimiliki perusahaan negara, Staatssporwegen (SS) (Foto : heritage.kai.id). - Image

Jalur kereta api Surabaya-Pasuruan sepanjang 63 km menjadi jalur kereta api pertama yang dimiliki perusahaan negara, Staatssporwegen (SS) (Foto : heritage.kai.id).

JawaPos.com - Sejarah perkeretaapian di Indonesia adalah perkembangan infrastruktur di bidang transportasi yang penting bagi Indonesia. Hal ini karena memegang peran dalam hal menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia dan memfasilitasi pergerakan perorangan maupun barang secara efisien. 
 
Indonesia sendiri menduduki posisi kedua negara di Asia setelah India yang mempunyai jaringan kereta api tertua. Perjalanan sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai ketika Belanda masih menjajah Indonesia.
 
Mengutip dari situs resmi Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkertaapian, setelah periode tanam paksa (1830-1850), hasil pertanian di Jawa tidak lagi digunakan sekedar untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Namun juga untuk pasar internasional. 
 
 
Memang selama masa kolonial, alasan kuat pembangunan jalur kereta api di Indonesia didorong karena adanya kepentingan ekonomi Belanda, seperti pengangkutan hasil-hasil pertanian dan mineral dari daerah-daerah produksi ke pelabuhan-pelabuhan utama. Jalur-jalur kereta api ini juga dimaksudkan untuk memfasilitasi mobilitas administratif, militer, dan perjalanan para pejabat kolonial.
 
Sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai pada 17 Juni 1864, saat pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang Vorstenlanden rute Semarang-Tanggung di Desa Kemijen oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele.
 
Pembangunannya dilakukan oleh perusahaan swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 km dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini akhirnya dibuka untuk angkutan umum pada Sabtu, 10 Agustus 1867.
 
Kemudian, pada 8 April 1875, pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta api negara melalui perusahaan milik negara Staatssporwegen (SS). Rute pertama SS meliputi Surabaya-Pasuruan-Malang.
 
 
Keberhasilan NISM dan SS dalam membuat jalur kereta api ini mendorong investor-investor swasta lainnya untuk juga membangun jalur kereta api seperti Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM), Probolinggo Stoomtram Maatschappij (Pb.SM), Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM), Malang Stoomtram Maatschappij (MS), Madoera Stoomtram Maatschappij (Mad.SM), dan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).
 
Dilansir dari situs Heritage Kereta Api Indonesia, tidak hanya di Jawa, pembangunan jalur kereta api juga dilakukan di Aceh pada 1876, Sumatera Utara pada 1889, Sumatera Barat pada 1891, Sumatera Selatan pada 1914, dan Sulawesi pada 1922.
 
Sedangkan di Kalimantan, Bali, dan Lombok hanya dilakukan studi mengenai kemungkinan pemasangan jalan rel, namun belum sampai ke tahap pembangunan. Sampai akhir tahun 1928, panjang jalur kereta api dan trem di Indonesia mencapai 7.464 km dengan perincian rel milik pemerintah sepanjang 4.089 km dan swasta sepanjang 3.375 km.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore