Acara pelepasan siswa KB-TK Islam Terpadu Nada Ashobah menampilkan tari remo.
JawaPos.com–Acara pelepasan menjadi wadah unjuk kebolehan para siswa. Itu terlihat dalam pelepasan KB-TK Islam Terpadu Nada Ashobah.
Ada 34 anak dari TK B yang lulus. Puluhan anak yang menggemaskan itu bak penari profesional menampilkan tari remo.
Lentiknya jari jemari dan lenturnya leher yang bergerak ke kanan dan ke kiri seolah menyedot perhatian para penonton. Tari remo dipilih karena dinilai menjadi salah satu ciri khas tarian Indonesia.
Tidak hanya itu, para penonton dari para orang tua juga disuguhkan beragam kesenian lainnya yang tampil dari sore hingga malam pada acara pelepasan tersebut.
Kepala KB-TK Islam Terpadu Nada Ashobah Titien Ruswanti menjelaskan, tema dalam pelepasan kali ini memang spesial. Yakni, Seni Budaya Indonesia.
’’Sesuai dengan temanya, kami mengangkat beragam budaya Indonesia dalam acara kali ini,’’ terang Titien di Do Cafe Forest Mansion.
Selain itu, Titien menyatakan, pihaknya ingin anak didiknya mengetahui beragam budaya Indonesia sejak dini. Termasuk tari remo yang mereka tampilkan serentak sore itu.
’’Kami sengaja mengenalkan tarian Indonesia, tari remo salah satunya ke anak-anak sejak usia yang sangat dini,’’ imbuh Titien.
Titien menyampaikan, sejak awal, sekolah melalui guru diberikan pesan jika anak-anak tak perlu dituntut menampilkan tarian yang sempurna. Tujuan utamanya adalah mereka paham betul apa yang mereka tarikan dan juga bisa sesuai dengan irama.
’’Kami persiapan untuk tari remo ini sendiri kurang lebih hanya satu bulan. Tapi, anak-anak bisa mengikuti dengan baik,’’ ujar Titien.
Selain anak-anak yang lulus malam itu dari jenjang TK, wali murid tak mau kalah. Para parent itu urut berpartisipasi dengan menampilkan parade kostum dari maskot sekolah tersebut. Yang semuanya dibuat dari tangan sendiri dari tim kreatif mereka.
”Jadi, tiap tahun itu sebenarnya kami selalu bikin satu kostum maskot. Sampai saat ini, totalnya sudah ada sekitar 60. Jadi, kemarin kami tampilkan bersama untuk parade. Meski nggak semua 60 kostum,’’ tambah Titien.
Para parent ikut meramaikan acara bukan sekadar diajak terlibat. Menurut Titien, dengan begitu, ada kolaborasi dan bonding antara anak dan orang tua.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022