Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2023 | 05.44 WIB

Puluhan Ribu Siswa Surabaya Dibekali Ilmu Hadapi Dinamika Masa Depan

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan sosialisasi dinamika remaja yang digelar DP3APPKB Kota Surabaya. - Image

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan sosialisasi dinamika remaja yang digelar DP3APPKB Kota Surabaya.

JawaPos.com–Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya menyelenggarakan sosialisasi dinamika remaja (Sosdir). Kegiatan Sosdir tersebut dilaksanakan 15 - 29 Mei, menyasar lembaga pendidikan SD-SMP sederajat hingga pondok pesantren se-Kota Surabaya.

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan, kegiatan itu bertujuan mengarahkan generasi muda Kota Surabaya menuju perubahan positif. Juga, untuk membantu remaja dalam mengenali maupun menghadapi dinamika serta perubahan di lingkungan internal dan eksternal.

”Sosialisasi dinamika remaja berfokus pada pemahaman, pemberian bekal, dan penguatan, diri remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan baik dari internal maupun eksternal anak,” kata Ida Widayati, Rabu (24/5).

Menurut dia, saat ini tantangan kehidupan di eksternal juga meliputi berbagai macam ancaman di dunia modern. Baik itu ancaman dari dunia nyata maupun maya. Beberapa contoh tantangan yang harus dihadapi anak sekarang antara lain, pergaulan bebas, tawuran, adiksi game online, pornografi, hingga perundungan siber.

”Makin penting bagi kita untuk memberikan bekal pada anak Kota Surabaya agar mereka siap menghadapi berbagai tantangan tersebut,” jelas Ida.

Dia menjelaskan, setiap tahun sosdir diselenggarakan pada ratusan SD-SMP di Kota Surabaya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan bisa memberikan jawaban atas keresahan masyarakat terhadap persoalan anak dan remaja.

”Kami sangat berkomitmen untuk memberikan pengaruh positif kepada generasi muda Surabaya. Sosialisasi dinamika remaja merupakan salah satu langkah konkret untuk membantu mereka dalam menghadapi perubahan yang terjadi di sekitar mereka,” jelas Ida.

Materi yang dibahas disesuaikan dengan perubahan sosial masyarakat, permasalahan, dan kebutuhan anak, di masing-masing sekolah. Seperti di antaranya, konsep diri, anti perundungan (bullying dan cyberbully), internet sehat, kesehatan reproduksi, stop pernikahan anak, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, Ida menyebut, metode yang digunakan juga variatif, mengikuti keadaan lapangan. Melalui kegiatan interaktif, diskusi kelompok, dan teknik cerita, sesuai tingkat usia siswa. Kegiatan itu diharapkan dapat memberikan wawasan, keterampilan, dan panduan kepada peserta agar mereka dapat menghadapi perubahan dengan lebih bijak dan positif.

Seperti yang berlangsung pada Senin (22/5), sosdir terselenggara secara paralel di empat sekolah. Salah satunya di MTSS Plus Himmatun Ayat, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Asteria Ratnawati Saroinsong menjadi narasumber ahli sekaligus rekan berbincang. Psikolog yang akrab disapa Mimi Ria itu menyampaikan materi tentang anti bullying.

”Sosialisasi tentang bullying ini penting dilakukan di sekolah-sekolah. Hal ini sebagai upaya preventif dalam memberikan informasi kepada anak-anak dan guru pendamping tentang berbagai hal yang memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka,” kata Asteria Ratnawati Saroinsong.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore